Sabar Menghadapi Masyarakat: Belajar dari Kesabaran Rasulullah
- 30 Sep 2026 20:41 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Sungailiat — Menghadapi dinamika kehidupan bermasyarakat memerlukan kesabaran dan kelapangan dada. Kebijakan sebaik apa pun kerap memicu respons berbeda dari publik.
Hal itu disampaikan Ustaz Chairuman. Ia menyampaikannya dalam siaran KUPIA Pro 4 RRI Sungailiat, Rabu, 30 September 2026.
Ustaz Chairuman menjelaskan seadil apa pun langkah seseorang, potensi ketidakpuasan masyarakat tetap ada. Ia meneladani sikap Rasulullah saw. saat membagikan harta rampasan perang usai Perang Hunain.
"Rasulullah saw. mendoakan Nabi Musa a.s. yang disakiti kaumnya lebih dari itu, tetapi beliau tetap bersabar. Jika Rasulullah saw. saja dianggap tidak adil, siapa lagi yang lebih adil daripada Allah dan Rasul-Nya," ujar Ustaz Chairuman.
Pendengar Heri dari Air Ruai menyampaikan keluhannya melalui saluran telepon interaktif.
"Ustaz, saya mengurus kegiatan di lingkungan tempat tinggal. Niat saya baik, tetapi selalu ada tetangga curiga dan memprotes. Bagaimana caranya agar hati tenang menghadapi kritik warga?" tanya Heri.
Ustaz Chairuman menegaskan niat baik tidak selalu ditanggapi manis oleh semua orang. Kritik dan tuduhan masyarakat menjadi ladang pahala jika dihadapi dengan kepala dingin.
Belajarlah dari kisah Nabi Khidir a.s., ada pertimbangan dan hikmah yang tidak diketahui orang lain. Kesabaran menghadapi ujian sosial menjadi peningkat derajat orang beriman. Ujian masyarakat menjadi ladang pahala dan penentu keberkahan hidup.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....