Enam Perkara Perusak Pahala
- 29 Sep 2026 14:03 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Sungailiat - Setiap muslim tentu mendambakan seluruh amal ibadah yang dikerjakannya mendapat ganjaran pahala di sisi Allah Swt. Namun, tanpa disadari, ada beberapa perangai dan sifat tercela yang dapat mengikis bahkan menghancurkan seluruh tabungan pahala tersebut.
Hal itu ditegaskan oleh Ustaz Choiruman saat menjadi narasumber dalam program siaran Komunikasi Perkara Iman dan Taqwa (KUPIA) di RRI Pro 4 Sungailiat, Sabtu 26 September 2026. Dalam tausiyahnya, ia memaparkan secara mendalam tentang enam perkara utama yang berpotensi merusak dan memusnahkan pahala seorang hamba.
"Pahala yang dikumpulkan dengan susah payah bisa sirna begitu saja jika kita tidak menjaga hati dan perilaku dari enam hal perusak ini," ujar Ustaz Choiruman.
Adapun enam perkara perusak pahala yang dijelaskan oleh Ustaz Choiruman meliputi:
- Sibuk Mengurusi Aib Orang Lain
Terlalu fokus mencari, membicarakan, dan menguliti keburukan orang lain hingga lupa pada cacat dan dosa diri sendiri. - Keras Hati (Qaswatul Qalb)
Hati yang sulit menerima kebenaran, enggan mendengarkan nasihat agama, serta tumpul rasa empati dan kasih sayangnya terhadap sesama. - Cinta Dunia (Hubbud Dunya)
Sikap berlebihan dalam mengejar materi dan kenikmatan duniawi hingga melalaikan kewajiban serta persiapan menuju akhirat. - Hilangnya Rasa Malu
Hilangnya benteng diri untuk merasa malu saat berbuat maksiat atau melanggar aturan-aturan Allah Swt., baik di tempat tersembunyi maupun di hadapan publik. - Panjang Angan-angan (Thulul Amal)
Merasa hidup di dunia masih sangat lama sehingga terus menunda-nunda bertobat dan enggan memperbanyak bekal amal saleh. - Perbuatan Zalim
Menyakiti, merugikan, atau mengambil hak orang lain, baik secara fisik, harta, maupun perasaan, yang membuat pahala pelakunya ditransfer kepada orang yang dizalimi kelak di hari kiamat.
Antusiasme pendengar terpantau cukup tinggi sepanjang jalannya siaran interaktif tersebut. Salah satunya datang dari Mang Amad, pendengar setia Pro 4 RRI asal Bangka Tengah, yang menyampaikan keprihatinannya sekaligus pertanyaan terkait kebiasaan masyarakat saat ini.
"Pak Ustaz, zaman sekarang ini kan gampang sekali orang membicarakan atau mengumbar aib orang lain di media sosial. Kalau kita tidak sengaja pernah melakukan atau ikut mendengarkannya, bagaimana cara kita bertobat dan menyelamatkan pahala ibadah kita yang sudah dikumpulkan?" tanya Mang Amad melalui saluran telepon interaktif.
Menjawab pertanyaan dari Mang Amad, Ustaz Choiruman menjelaskan bahwa pintu tobat selalu terbuka lebar sebelum ajal menjemput. Untuk kekhilafan yang berkaitan langsung dengan Allah Swt., kunci utamanya adalah istigfar dan taubatan nasuha.
Namun, Ustaz Choiruman menegaskan jika kekhilafan tersebut melibatkan sesama manusia, seperti membicarakan aib atau berbuat zalim, maka syarat tobatnya menjadi lebih berat. Selain memohon ampun kepada Allah Swt., pelaku wajib meminta maaf secara langsung kepada orang yang bersangkutan, mendoakan kebaikan baginya, serta menghentikan penyebaran informasi buruk tersebut.
Mengakhiri siarannya, Ustaz Choiruman mengimbau seluruh pendengar RRI Pro 4 Sungailiat agar senantiasa melakukan muhasabah (introspeksi diri) dan memohon perlindungan kepada Allah Swt. agar terhindar dari enam perangai yang merugikan tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....