Waspadai Tawaran Kerja di Medsos, Siswi SMK 2 Pangkalpinang Baru Sadar Modus TPPO
- 16 Sep 2026 09:15 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID., Pangkalpinang: "Setelah mengikuti sosialisasi ini, saya jadi lebih mengetahui bahwa tawaran pekerjaan melalui media sosial juga harus diperiksa terlebih dahulu."
Pengakuan itu disampaikan Putri, pelajar SMK Negeri 2 Pangkalpinang usai mengikuti edukasi pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dari Imigrasi dan Polresta Pangkalpinang, Selasa, 15 September 2026.
Putri mengaku sebelumnya tidak banyak tahu modus TPPO.
“Kita tidak boleh langsung percaya, apalagi jika menawarkan gaji besar tetapi informasinya tidak jelas,” ujarnya.
Kegiatan ini memang menyasar generasi muda yang rentan terhadap tawaran kerja di luar daerah maupun luar negeri lewat media sosial.
Kanit PPA Polresta Pangkalpinang memaparkan modus perekrutan: pengertian TPPO, bentuk eksploitasi, hingga tawaran yang meminta data pribadi dan menjanjikan keberangkatan singkat tanpa prosedur jelas.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Pangkalpinang, Ahmad Khumaidi mengingatkan pelajar harus kritis.
“Para pelajar harus lebih kritis dan berhati-hati terhadap tawaran yang terlihat menarik, terutama tawaran bekerja atau pergi ke luar negeri dengan iming-iming gaji besar dan proses yang mudah. Pastikan informasi dan dokumennya jelas serta melalui prosedur resmi,” katanya.
Kepala SMK N 2 Pangkalpinang, Muhammad Rafajar mengapresiasi kegiatan ini.
“Sekolah tidak hanya membekali siswa dengan keterampilan akademik dan kejuruan, tetapi juga perlu memberikan pemahaman mengenai keselamatan dan perlindungan diri. Terlebih saat ini berbagai informasi dan tawaran pekerjaan sangat mudah ditemukan melalui media sosial,” ujarnya.
Selain TPPO, Plh. Kasi TIKIM Imigrasi, Ida Bagus Wilmana juga memperkenalkan Sekolah Kedinasan Imigrasi, syarat seleksi dan jenjang karier.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....