Meraih Keberkahan dan Kebahagiaan dalam Menjalani Kehidupan
- 11 Sep 2026 09:58 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Sungailiat - “Keberkahan itu bukan hanya tentang banyaknya apa yang kita miliki, tetapi bagaimana apa yang kita miliki memberikan manfaat dan membuat kehidupan kita semakin dekat kepada Allah,” katanya.
Hal tersebut disampaikan Ustaz Kamal Abdul Rasyid, dalam program kajian Islam Mutiara Pagi, Jumat 11 September 2026, Ia menjelaskan, keberkahan dalam hidup dapat diraih ketika seseorang senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT dan menjalankan kehidupan sesuai dengan tuntunan agama.
Setiap orang tentu menginginkan kehidupan yang bahagia. Namun, kebahagiaan tidak semata-mata diukur dari banyaknya harta, tingginya jabatan maupun pencapaian duniawi. Dalam perspektif Islam, keberkahan menjadi bagian penting yang membuat kehidupan memiliki ketenangan dan nilai.
Menurutnya, keberkahan tidak selalu berarti memiliki sesuatu dalam jumlah banyak, tetapi bagaimana sesuatu yang dimiliki dapat memberikan manfaat dan menghadirkan ketenteraman bagi kehidupan.
Ustaz Kamal mengatakan, rasa syukur menjadi salah satu kunci dalam meraih kebahagiaan. Dengan bersyukur, seseorang akan lebih mampu menerima keadaan sekaligus tetap berusaha memperbaiki kehidupannya.
Selain bersyukur, umat Islam juga dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, berbuat kebaikan dan menjaga hubungan baik dengan sesama. Kebahagiaan akan lebih bermakna ketika tidak hanya dirasakan untuk diri sendiri, tetapi juga dapat memberikan manfaat bagi orang lain.
Ia menambahkan, berbagai persoalan dan ujian dalam kehidupan merupakan bagian dari perjalanan manusia. Karena itu, setiap persoalan perlu dihadapi dengan kesabaran, ikhtiar dan tawakal kepada Allah SWT.
“Jangan menjadikan masalah sebagai alasan untuk jauh dari Allah. Justru melalui ujian, kita belajar untuk lebih sabar, lebih kuat dan semakin mendekatkan diri kepada-Nya,” ujarnya.
Sementara itu, salah seorang pendengar Mutiara Pagi Djante menilai pembahasan tersebut menjadi pengingat untuk tidak hanya mengejar kebahagiaan dari sisi duniawi.
“Kadang kita berpikir bahagia itu kalau semua keinginan sudah terpenuhi. Padahal dari kajian ini kita diingatkan bahwa bersyukur, berbuat baik dan dekat dengan Allah juga merupakan bagian dari kebahagiaan,” katanya
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....