Hilangnya Pemangku Adat Ancam Keberadaan Tradisi Taber Laut di Pesisir Belinyu

  • 31 Jul 2026 23:31 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Sungailiat - Upacara adat Taber Laut di pesisir Belinyu, Kabupaten Bangka, kini resmi tidak lagi dilaksanakan oleh masyarakat setempat. Hilangnya ritual pesisir ini menjadi sinyal kuat ancaman kepunahan tradisi lokal di Bangka Belitung.

Penyebab utama dari terhentinya tradisi tersebut diungkapkan oleh para pemerhati kebudayaan daerah.

Fungsional umum pada Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kab Bangka, Muhammad Zikri Hakim, menjelaskan bahwa ketiadaan sosok pemangku adat menjadi faktor kunci berhentinya ritual tersebut.

"Upacara Taber Laut di kawasan Tanjung Gudang dan Pantai Putat sekarang sudah tidak ada lagi. Penyebab utamanya karena hilangnya sosok pemangku adat atau dukun yang memahami tata cara ritualnya, ditambah adanya pergeseran pemahaman di masyarakat," ujar Zikri dalam siaran di RRI Pro 4 Sungailiat. Jumat, 31 Juli 2026.

Menanggapi fenomena tersebut, Tokoh Pemuda Belinyu, Hendra menilai perlu adanya pengarsipan tradisi secara digital agar kebudayaan lisan tidak runtuh begitu saja ketika tetua adat meninggal dunia.

"Ketika pemangku adat wafat tanpa ada regenerasi, tradisi langsung mati. Ke depan, anak muda harus mendokumentasikan tata cara ritual dan sejarahnya secara detail, agar kearifan lokal pesisir ini tidak hilang ditelan zaman," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....