Hari Memaafkan Sedunia: Melepas Luka Demi Hindari Kelelahan Emosional
- 08 Jul 2026 19:11 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Sungailiat – Sulit memaafkan ternyata berdampak langsung pada kesehatan mental. Psikolog di Bangka menyebut banyak orang datang dengan keluhan cemas, overthinking, hingga sulit tidur karena masih menyimpan luka masa lalu.
Hal itu disampaikan Psikolog Diannisa Gianina, M.Psi bertepatan dengan peringatan Hari Memaafkan Sedunia, Selasa 7 Juli 2026.
"Menyimpan rasa sakit dalam waktu lama membuat otak terus menganggap ancaman masih ada. Kondisi ini membuat seseorang berada dalam mode siaga sehingga lebih mudah mengalami kecemasan dan merasa tidak aman," jelas Diannisa.
Ia menambahkan, jika terus-menerus, kondisi tersebut bisa memicu emotional exhaustion atau kelelahan emosional. Dampaknya, sulit berkonsentrasi, sulit menikmati hidup, bahkan memengaruhi hubungan dengan orang di sekitar.
Menurut Diannisa, memaafkan bukan berarti membenarkan kesalahan atau melupakan. "Memaafkan adalah keputusan sadar untuk tidak terus hidup dalam luka yang sama. Dengan memaafkan, kita memprioritaskan kesehatan mental sendiri," katanya.
Pendengar Pro 1 RRI Sungailiat, Rima dari Sungailiat mengaku merasakan manfaat memaafkan. "Awalnya memang sulit, tetapi setelah belajar memaafkan, hati terasa lebih lega dan pikiran lebih tenang. Saya jadi tidak terus dihantui kejadian yang sudah lewat," ujarnya.
Diannisa mengimbau masyarakat menjadikan momentum ini untuk mulai berdamai dengan diri sendiri. "Masa lalu tidak harus menjadi pengendali masa depan," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....