Ustaz Choiruman: Puasa Arafah Ikuti Ketetapan Wilayah Masing-Masing
- 25 Mei 2026 14:08 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Sungailiat : Umat Islam di Indonesia wajib mengikuti ketetapan penanggalan di wilayah masing-masing untuk puasa 9 Zulhijah. Ustaz Choiruman mengingatkan, pelaksanaan puasa Arafah tidak mengikuti waktu wukuf di Arab Saudi, karena perbedaan zona waktu dan sistem penanggalan Hijriah setiap negara.
"Kaitannya puasa Arafah ini adalah tanggalnya, mengikuti daerah masing-masing," ujar Choiruman saat siaran di studio RRI Pro 4 Sungailiat. Senin, 25 Mei 2026.
| Baca juga: Berbaik Sangka saat Musibah Menimpa |
Pernyataan tersebut menegaskan prinsip matla' (zona wilayah) dalam fikih Islam. Choiruman menerangkan perbedaan kemunculan hilal antarwilayah adalah hal yang lumrah dan sah secara syariat. Oleh karena itu, umat Muslim di Bangka Belitung diimbau untuk tetap teguh mengikuti keputusan penanggalan resmi dari Pemerintah Indonesia.
"Ustaz, saya masih ada utang puasa Ramadan beberapa hari. Apakah boleh saya bayar utang puasa tersebut berbarengan di hari Arafah besok?" tanya Aminah, pendengar Pro4 RRI Sungailiat.
Menanggapi itu, Choiruman menyebutkan solusi praktis mengenai metode tasyrikun niyyah atau penggabungan dua niat. Dalam syariat Islam memberikan kemudahan bagi kaum perempuan untuk membaca dua niat sekaligus pada malam harinya, yaitu niat mengqadha puasa Ramadan dan niat puasa sunnah Arafah.
"Dengan cara ini, kewajiban utang puasa Ramadan gugur dan pahala sunnah Arafah tetap didapatkan secara bersamaan," kata Choiruman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....