Ruang Kelas Rusak, Siswa SDN 6 Belinyu "Ngamper"
- 14 Mei 2026 11:47 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Bangka – Kegiatan belajar siswa SD Negeri 6 Belinyu, Kabupaten Bangka terpaksa duduk ‘Ngamper” alias duduk di lantai karena beberapa ruangan kelas yang kondisinya rusak.
“Ada tiga ruangan yang rusak di mana kayunya sudah rapuh, atap asbes pecah-pecah dan rapuh, dan sampai sekarang belum diperbaiki. Kami sebagai orang tua tentu sangat takut karena ini bisa membahayakan keselamatan anak-anak kami,” kata salah seorang wali murid, yang enggan disebutkan namanya kepada RRI, Kamis, 14 Mei 2026.
Kondisi ini diungkap dia sudah dipublish oleh beberapa media, namun belum ada tanggapan sama sekali dari pihak terkait.
“Lokasi sekolah ini ikan bisa dikatakan di tengah kota, masa kondisinya seperti ini, kalau bisa pemda segera perbaiki lah, kasihan anak-anak belajar sambal ketakutan takut tertimpa bangunan. Ini sudah pernah diberitakan beberapa media, mudah-mudahan segera ada tindak lanjutnya,” ujar Guruh.
Harapannya agar sekolah tempat anaknya menuntut ilmu sangat sejalan dengan prioritas dari Presiden Prabowo Subianto. Saat meninjau renovasi bangunan SMAN 1 Cilacap, Jawa Tengah, pada Rabu, 29 April 2026 silam, Presiden Prabowo menargetkan pada tahun 2028, seluruh sekolah di Indonesia akan rampung diperbaiki.
Pembangunan dan perbaikan sekolah di seluruh Indonesia ini, merupakan salah satu program prioritas yang dicanangkan pemerintahan Presiden Prabowo. Berdasarkan data yang dimiliki Kepala Negara, setidaknya terdapat 288.000 sekolah yang membutuhkan perbaikan dan pembangunan infrastruktur.
| Baca juga: Menentukan SMP Terbaik untuk Anak |
"Saya berharap semua sekolah akan selesai (diperbaiki) tahun 2028. Kita, kalau tidak salah punya 288.000 sekolah (target renovasi)," kata Presiden Prabowo.
Kepala Negara lebih lanjut menuturkan, program tersebut saat ini telah berjalan dan terus menunjukkan proses yang signifikan. Dimana dalam realisasi program itu, hingga saat ini pelaksanaan perbaikan dan pembangunan terus berjalan.
"Anggaran tahun lalu (untuk) 17.000 sekolah (renovasi), tahun ini 70.000 sekolah. Tahun depan target saya kalau bisa lebih dari 100.000," ujar Kepala Negara.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....