Petani Bangka Sambut Pemangkasan Harga Pupuk Subsidi
- 05 Mei 2026 09:24 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Sungailiat - Kebijakan pemerintah pusat yang memangkas harga pupuk bersubsidi hingga 20 persen menjadi angin segar bagi para petani di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Langkah ini dinilai strategis untuk menjaga daya beli masyarakat tani di tengah fluktuasi harga komoditas global.
Penurunan harga yang mencakup jenis Urea, NPK, dan ZA ini mendapat beragam respon pendengar RRI PRO4 yang berprofesi sebagai petani pagi ini.
Dalam interaktif pendengar, Ayau, seorang petani jeruk asal Desa Sihin, Kabupaten Bangka, mengaku sangat terbantu dengan kebijakan ini. Menurutnya, pupuk merupakan komponen biaya produksi paling besar dalam perawatan kebun jeruk miliknya.
"Turunnya harga pupuk sampai 20 persen ini jelas sangat membantu kami. Apalagi untuk kebun jeruk, asupan nutrisi tanaman tidak boleh putus setiap empat bulan. Kalau harga pupuk lebih terjangkau, kami bisa lebih maksimal mengelola kebun tanpa harus terlalu pusing dengan modal awal yang besar," ujar Ayau di Program Ngupi Pagi. Selasa, 5 Mei 2026.
Meskipun menyambut baik penurunan harga, persoalan distribusi tetap menjadi catatan . Rido penyandang disabilitas, berprofesi sebagai petani asal Desa Perlang, Bangka Tengah, menekankan bahwa harga murah tidak akan berdampak signifikan jika barangnya sulit didapat atau tidak tepat sasaran.
"Kami bersyukur harganya turun, tapi harapan besar kami adalah distribusinya benar-benar tepat sasaran. Supaya petani kecil seperti kami di Perlang tidak lagi kesulitan mendapatkan jatah pupuk saat musim tanam tiba," tegas Rido.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....