Puasa Syawal Sempurnakan Ibadah Ramadan Raih Keberkahan Hidup
- 03 Apr 2026 23:07 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID,Sungailiat – Upaya meraih kesempurnaan ibadah Ramadan dapat dilanjutkan melalui pelaksanaan puasa enam hari di bulan Syawal. Hal ini disampaikan Ustadz H. Ahmad Sapran, SE., MM dalam Dialog Mutiara Hati Pro 1 RRI Sungailiat, yang menekankan pentingnya menjaga kesinambungan ibadah pasca-Ramadan.
Dalam dialog tersebut, Ustadz Ahmad Sapran menjelaskan bahwa puasa Syawal merupakan amalan sunnah yang memiliki keutamaan luar biasa. Ia menyebut, ibadah ini menjadi penyempurna dari puasa Ramadan yang mungkin masih memiliki kekurangan selama pelaksanaannya.
“Puasa Syawal adalah bentuk penyempurnaan. Ibarat ibadah wajib kita selama Ramadan, maka puasa ini menjadi pelengkap agar nilai ibadah kita semakin sempurna di sisi Allah SWT,” ujarnya.
| Baca juga: Tata Cara dan Niat Puasa Arafah |
Lebih lanjut, ia mengutip hadis Nabi Muhammad SAW yang menjelaskan bahwa seseorang yang berpuasa Ramadan kemudian dilanjutkan dengan enam hari di bulan Syawal, maka pahalanya seperti berpuasa sepanjang tahun. Hal ini menunjukkan besarnya ganjaran bagi umat Muslim yang istiqamah menjalankan ibadah.
Selain nilai spiritual, puasa Syawal juga dinilai mampu menjaga konsistensi ibadah yang telah dibangun selama Ramadan. Ustadz Ahmad Sapran menegaskan bahwa salah satu tanda diterimanya amal seseorang adalah kemampuannya untuk terus melanjutkan kebaikan setelah Ramadan berakhir.
Salah satu pendengar, Lina dari Sungailiat, menyampaikan bahwa puasa Syawal menjadi momentum untuk menjaga kebiasaan baik yang telah dibangun selama Ramadan. Ia merasa lebih mudah mengontrol diri dan menjaga ibadah setelah melaksanakan puasa tersebut.
| Baca juga: Keistimewaan Puasa Arafah |
“Saya merasakan manfaatnya, ibadah jadi lebih terjaga. Puasa Syawal membantu saya tetap disiplin seperti saat Ramadan,” ungkapnya melalui pesan yang dibacakan saat siaran.
Pendengar lainnya, Rizki menambahkan bahwa tantangan menjalankan puasa Syawal justru lebih besar dibanding Ramadan. Menurutnya, tidak adanya suasana khusus seperti Ramadan membuat niat dan komitmen menjadi faktor utama.
“Kalau Ramadan kan suasananya mendukung, tapi Syawal ini benar-benar butuh niat. Justru di situ kita diuji kesungguhannya,” ujarnya.
Ustadz Ahmad Sapran mengajak masyarakat untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan meraih pahala besar di bulan Syawal. Ia berharap puasa Syawal dapat menjadi langkah awal dalam menjaga keistiqamahan ibadah serta meningkatkan kualitas keimanan umat Muslim setelah Ramadan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....