Cara Seperadik Bangka Jaga Produktivitas Pangan di Musim Kemarau

  • 29 Mar 2026 17:29 WIB
  •  Sungailiat


RRI.CO.ID, Sungailiat – Memasuki musim kemarau di Bangka, masyarakat mulai memutar otak untuk menjaga produktivitas pangan. Fenomena cuaca panas ini tidak hanya dipandang sebagai siklus tahunan, melainkan alarm bagi petani dan warga untuk segera menyesuaikan strategi.

Dalam program interaktif Bedincak Bedaek RRI Pro 4 Sungailiat, Minggu (29/3/2026), terungkap beragam potret kreativitas warga dalam menyiasati dampak kemarau tahun ini.

"Biasanya saya tanam sawi, tapi butuh air yang banyak. Sekarang saya beralih ke kacang panjang dan terong dulu. Biarpun air susah, tanaman ini lebih kuat," ujar Saiman, pendengar dari Bangka Tengah yang berprofesi sebagai petani bergabung melalui telepon di acara Bedincak Bedaek.

Ia menambahkan, terong memiliki struktur batang kayu dan kulit buah yang tebal, menjadikannya lebih adaptif di lahan kering dibandingkan sawi yang berkadar air tinggi.

Berbeda dengan Saiman yang merupakan petani skala pasar, Lastri, pendengar asal Sungailiat yang merupakan ibu rumah tangga, menceritakan pengalamannya tetap menanam beberapa sayuran hijau meski memasuki musim kemarau.

"Kalau saya skala rumahan, tetap tanam kangkung dan sawi. Memang butuh air banyak, tapi karena hanya untuk konsumsi pribadi dan jumlahnya tidak banyak, stok air sumur masih cukup. Yang penting telaten saja siram pagi dan sore supaya sayurnya tidak mati," ujar Lastri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....