Filateli Tetap Relevan di tengah Gempuran Era Digital
- 29 Mar 2026 15:58 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Tanjungpandan – Peringatan Hari Filateli Indonesia setiap tanggal 29 Maret menjadi momentum penting untuk menengok kembali eksistensi prangko di tengah era digital. Hobi koleksi prangko yang sempat berjaya di masa lalu dinilai masih memiliki nilai edukasi dan sejarah yang tak lekang oleh waktu.
Cepi , seorang kolektor yang aktif berburu prangko sejak bangku SMP, mengenang masa di mana prangko adalah jendela dunia utama. Baginya, setiap keping prangko bukan sekadar alat bayar pengiriman surat, melainkan arsip visual yang merekam perjalanan besar sejarah bangsa Indonesia.
“Dulu, kami belajar sejarah dan budaya lewat prangko. Meski sekarang komunikasi sudah lewat ponsel, nilai historis dalam selembar prangko tidak akan bisa digantikan stiker digital,” ujar Cepi saat bergabung dalam sesi interaktif via telepon bersama RRI Belitung, Minggu (29/03/2026).
Senada dengan Cepi, Mika yang juga terhubung melalui sambungan telepon, merasakan kerinduan akan masa muda saat menunggu surat dari sahabat pena. Menurutnya, filateli mengajarkan ketelitian dan kesabaran, nilai karakter yang mulai pudar di tengah budaya serba cepat saat ini.
“Filateli itu melatih kita untuk menghargai proses. Ada kepuasan tersendiri saat berhasil melengkapi seri prangko langka. Di masa sekarang, hobi ini bisa menjadi pelarian positif dari kecanduan gawai,” kata Mika menjelaskan relevansi hobi tersebut bagi generasi muda.
Lebih lanjut, Mika menekankan bahwa filateli kini telah bertransformasi menjadi bentuk investasi bernilai tinggi yang diakui secara global. Prangko langka dengan cetakan khusus seringkali diburu kolektor internasional dengan harga fantastis, menjadikannya aset berharga secara ekonomi di samping nilai seninya.
Peringatan tahun ini yang disiarkan secara luas oleh RRI Belitung diharapkan mampu memantik kembali minat milenial dan Gen Z untuk mengenal dunia filateli. Melalui keterlibatan media, prangko berusaha bertahan sebagai simbol identitas nasional yang tetap relevan meski medium komunikasi telah berubah total.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....