Latihan Operasi Libatkan Kapal Perang dan Drone Kamikaze
- 15 Feb 2026 22:44 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Sungailiat - TNI Angkatan Laut menggelar Latihan Operasi Pertahanan Pantai (Anti Akses dan Anti Amfibi) di Lingkungan Nelayan 2 Sungailiat pada Minggu, 15 Februari 2026. Latihan Operasi (Latops) ini melibatkan 1443 personel.
Latopshantai adalah latihan strategis TNI AL yang difokuskan untuk menghalangi kekuatan musuh masuk ke wilayah perairan dan mencegah pendaratan pasukan musuh di pantai.
Kegiatan latihan melibatkan unsur-unsur Kapal Perang diantaranya KRI Brawijaya-320, KRI Raden Eddy Martadinata-331, KRI John Lie-358, KRI Cut Nyak Dien-375, KRI Tjiptadi-381, KRI Halasan-630, KRI Surik-645, KRI Semarang-594 dan KRI Pulau Fani-731.
Selain itu, Drone Kamikaze milik Tentara Nasional Indonesia juga ikut serta dalam latops kali ini. Drone Kamikaze merupakan amunisi jenis pesawat tanpa awak yang dirancang untuk membawa bahan peledak dan memiliki akurasi tinggi.
Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali mengatakan Latihan Operasi Pertahanan Pantai (Anti Akses dan Anti Amfibi) ini untuk melaksanakan ketahanan pantai dari serangan lawan.
“baru pertama kali kita latihkan, kita berupaya melibatkan seluruh teknologi yang baru kita terima,” ujar Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali.
Dinda, seorang warga Nelayan 2 yang ikut menyaksikan latihan mengaku takjub dengan berbagai senjata dan peralatan yang digunakan.
“bener-bener kerasa perang, meledaknya terase nyata. Kaget,” ujar Dinda.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....