Peran Orang Tua Mengasah Public Speaking Anak

  • 02 Feb 2026 13:54 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Sungailiat - Anak dengan kemampuan public speaking yang baik tidak tumbuh secara instan, tapi dibentuk melalui proses panjang yang dimulai dari lingkungan keluarga, terutama melalui peran aktif orang tua dalam membiasakan anak berani berbicara sejak usia dini.

Hal tersebut disampaikan Fata Adz Dzaki, Duta Muda Bangka Belitung Putera 2025, yang juga meraih Juara II Lomba Public Speaking Tahun 2025. Menurutnya, keluarga merupakan ruang pertama bagi anak untuk belajar mengekspresikan pikiran, menyampaikan pendapat, serta membangun kepercayaan diri sebelum terjun ke ruang publik yang lebih luas.

“Public speaking bukan soal siapa yang paling lancar bicara, tapi siapa yang paling berani menyampaikan gagasan, dan keberanian itu pertama kali lahir dari rumah,” ujar Fata saat menjadi narasumber dalam acara aksi anak negeri di Pro2 RRI Sungailiat.

Fata menjelaskan, orang tua memiliki peran strategis sebagai pendengar pertama anak. Ketika orang tua memberi ruang dialog, menghargai pendapat anak, dan tidak memotong pembicaraan, anak akan merasa dihargai dan percaya diri untuk berbicara. Kebiasaan sederhana seperti mengajak anak berdiskusi, bercerita tentang aktivitas harian, hingga melibatkan anak dalam pengambilan keputusan kecil di rumah, menjadi latihan public speaking yang efektif.

“Prestasi itu bonus. Yang utama adalah mental anak terbentuk kuat dan berani tampil, Dukungan orang tua yang konsisten sejak kecil membuatnya terbiasa berbicara di depan banyak orang, hingga akhirnya mampu meraih prestasi di ajang public speaking tingkat daerah pada tahun 2025," ujar Fata. 

Reisya, salah satu pendengar, menilai peran orang tua sangat menentukan dalam membentuk keberanian anak berbicara di depan umum. 

"Kebiasaan sederhana di rumah seperti diajak berdiskusi dan diberi kesempatan menyampaikan pendapat membuat anak lebih percaya diri. Kalau sejak kecil anak dibiasakan berbicara tanpa takut disalahkan, saat dewasa mereka akan lebih berani menyampaikan ide,” ujar Reisya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....