Unik, Desa Keretak Rayakan Lebaran Empat Kali
- 24 Jan 2026 17:51 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Sungailiat - Jika umumnya masyarakat Indonesia merayakan dua kali lebaran dalam setahun, lain halnya dengan warga Desa Keretak, Kabupaten Bangka Tengah. Desa ini memiliki keunikan dengan merayakan suasana menyerupai lebaran sebanyak empat kali dalam setahun, di mana tradisi Ruah Kubur menjadi salah satu momen yang paling sakral dan dinanti.
Keempat momen "lebaran" tersebut meliputi Idul Fitri, Idul Adha, Maulid Nabi, dan Ruah Kubur yang dilaksanakan pada bulan Syakban.
Tradisi Ruah Kubur kini bahkan telah resmi masuk dalam agenda wisata rutin tahunan Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah karena nilai kearifan lokalnya yang sangat tinggi.
Kepala Desa Keretak, Ahmad Nurihsan, menjelaskan hal ini merupakan bentuk rasa syukur dan upaya mempererat silaturahmi bagi warga setempat.
"Di Desa Keretak ini, kami merayakan lebaran sampai empat kali setahun. Namun, Ruah Kubur paling besar dirayakan. Para perantau sengaja pulang kampung untuk berdoa bersama dan membersihkan makam leluhur, persis seperti suasana Idul Fitri," ujar Ahmad Nurihsan dalam dialog Budaya Belajasumba di RRI Pro 4 Sungailiat, Sabtu (24/1/2026).
Menariknya, kemeriahan ini didukung oleh kemandirian ekonomi warga yang luar biasa. Meski mayoritas bekerja sebagai petani, warga rela menyisihkan penghasilan mereka demi menjaga marwah tradisi ini.
Antusiasme ini tidak hanya milik warga lokal, tetapi juga menarik simpati warga dari luar daerah. Yanto, seorang warga Air Ruai, Kabupaten Bangka, mengaku terpukau dengan konsistensi Desa Keretak dalam menjaga silaturahmi berskala besar tersebut.
"Di kampung kami, masyarakat menyebutnya ngeruah tidak semeriah seperti Desa lain. Tapi uniknya Bangka, ketika ada lebaran Ruah Kubur di Keretak, justru warga dari daerah lain berbondong-bondong datang bersilaturahmi ke sini. Semoga tradisi ini terus lestari," ujar Yanto.
Melalui konsistensi perayaan Ruah Kubur, Desa Keretak tidak hanya merawat nilai spiritualitas, tetapi juga memperkuat ketahanan sosial melalui kearifan lokal yang tidak lekang oleh zaman.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....