Etika Dagang Rasulullah, Teladan untuk Para Pedagang
- 24 Okt 2025 20:33 WIB
- Sungailiat
KBRN, Sungailiat: Umat Islam menjalankan profesi berdagang sudah dicontohkan Nabi Muhammad. Jujur, amanah, dan penuh tanggung jawab
merupakan etika Rosulullah saw.
Ustaz Syaiful Zohri pada program Mutiara Pagi Pro 1 RRI Sungailiat mengatakan Rasulullah tidak hanya berdagang untuk mencari keuntungan, tetapi juga menjaga kepercayaan dan kepuasan pembeli. Prinsip kejujuran dan keterbukaan menjadi dasar yang membuat beliau dicintai dan dihormati dalam dunia perdagangan.
“Etika dagang Rasulullah harus dihidupkan kembali. Dalam setiap transaksi, yang paling utama adalah kejujuran dan keadilan, bukan sekadar besar kecilnya laba,” ujarnya.
Ia menambahkan, di era modern yang serba digital, nilai-nilai dagang yang diajarkan Rasulullah tetap relevan. Meskipun perdagangan kini banyak dilakukan secara daring, pelaku usaha tetap harus menjaga transparansi, tidak menipu kualitas barang, dan menghindari promosi yang menyesatkan.
“Keberkahan rezeki bukan datang dari banyaknya pembeli, tapi dari kejujuran dan niat baik dalam berdagang,” tambahnya.
Salah seorang pendengar, Rusli, menilai pesan yang disampaikan Ustaz Syaiful sangat menyentuh dan sesuai dengan realitas usaha saat ini. Dalam Islam, berdagang dengan jujur bukan hanya profesi mulia, tetapi juga bentuk ibadah yang mendatangkan pahala dan keberkahan.
“Kadang kita tergoda keuntungan. Tapi penjelasan ustaz membuat kita sadar bahwa keberkahan lebih berharga dari sekadar untung cepat,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....