Siri’ Na Pacce, Harga Diri dan Empati Masyarakat Bugis

  • 10 Okt 2025 23:00 WIB
  •  Sungailiat

KBRN, Sungailiat: Siri’ Na Pacce, Konsep muatan budaya yang masih dianut masyarakat Bugis-Makasar. Implementasi Siri' Na Pacce relevan dalam era modern sebagai panduan etika.

Pada acara Anging Mamiri di Pro 4 RRI Sungailiat, pengasuh acara Daeng Zuriah mengutarakan Siri' Na Pacce bukan hanya sekadar konsep budaya, tetapi juga landasan moral yang mendalam bagi masyarakat Bugis-Makassar.

Menurut Daeng Siri' Na Pacce falsafah hidup masyarakat Bugis-Makassar yang mencakup kosep dasar dalam etika pergaulan yakni rasa malu atau harga diri dan peduli sesama atau solidaritas sosial di tengah masyarakat.

Etika dan falsafah hidup itu diiyakan Andi Rahman, tokoh masyarakat Bugis di Sungailiat. Ia mengatakan, Siri’ Na Pacce berarti menjaga kehormatan dan empati terhadap sesama. Rasa empati atau peduli terhadap orang lain, yang mendorong seseorang untuk membantu dan mendukung sesama dalam kesulitan.

"Siri’ Na Pacce, juga pedoman penting dalam bersikap jujur dan bertanggung jawab. Falsafah ini relevan di sekarang," kata Andi.

Menurut Andi, melalui nilai ini, generasi muda Bugis Makassar diharapkan tetap menanamkan rasa malu bila berbuat salah dan menolong sesama tanpa pamrih.

Sementara itu, Nurwahidah, pendengar dari Kurau Bangka Tengah menjelaskan bahwa filosofi tersebut tidak hanya berlaku dalam hubungan sosial, tetapi juga menjadi dasar etika dalam bekerja dan berinteraksi di mana pun masyarakat Bugis berada.” kata Nurwahidah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....