Tiga Golongan Tidak Dipandang Allah di Hari Kiamat

  • 09 Jul 2025 08:08 WIB
  •  Sungailiat

KBRN, Sungailiat : Pentingnya rendah hati (tawadhu) sebagai sifat yang dicintai Allah SWT, dan mewaspadai bahaya takabur disampaikan Ustadz Choiruman dalam siaran program KUPIA PRO4.

Ustadz Choiruman menyampaikan jika takabur adalah perasaan diri lebih baik, lebih suci, atau lebih dekat dengan Allah dibanding orang lain, sebuah sifat yang sangat dibenci dan dapat menjauhkan seseorang dari rahmat Ilahi, terutama di hari kiamat.

“ Hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, menyebutkan tiga golongan yang tidak akan dipandang, diajak bicara, atau disucikan dari dosa oleh Allah SWT di hari kiamat, bahkan akan mendapat siksaan dahsyat. Empat bentuk kemurkaan Allah terhadap golongan itu tidak difirmani, tidak disucikan, tidak dipandang dengan rahmat, dan mendapat siksa yang agung,” ujar Ustadz Choiruman. Rabu, 9/7/2025.

Septrian pendengar asal Bangka tengah meminta penjelasan terkait golongan yang tidak dipandang Allah dihari kiamat tersebut.

“ ketiga golongan orang tersebut apa saja ustadz, sehingga masuk dalam golongan yang tidak dipandang Allah. Semoga menjadi pembelajaran bagi seluruh pendengar pagi ini.” tanya Septrian.

Dalam penjelasan Ustadz Choiruman mengatakan, pertama adalah lansia yang masih gemar berzina. Seharusnya, di usia senja, seseorang memperbanyak tafakur, tobat, dan menjauhi maksiat sebagai persiapan menghadapi kematian. Namun, fenomena sebagian lansia yang justru semakin terjerumus dalam perbuatan dosa seperti berzina atau mabuk-mabukan sangatlah dimurkai Allah.

Golongan kedua adalah penguasa atau pemimpin yang sering berbohong dan mengumbar janji manis kepada rakyat tanpa pernah menepatinya. Ustadz Choiruman mengingatkan para pejabat bahwa janji-janji kosong ini hanya akan menambah berat pertanggungjawaban mereka di hadapan Allah kelak, menekankan pentingnya kejujuran dalam memimpin.

Terakhir, golongan ketiga adalah fakir miskin yang takabur. Meskipun hidup dalam kekurangan dan memiliki tanggungan keluarga, mereka merasa gengsi untuk menerima bantuan atau sedekah. Sikap sombong ini pada akhirnya justru menelantarkan anak istri mereka. Ustadz Choiruman menekankan pentingnya menyadari keterbatasan diri dan bersyukur atas segala rezeki yang diberikan, serta tidak merasa mampu tanpa pertolongan Allah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....