Filosofi Penyebutan Hitungan Usia dalam Bahasa Jawa
- 05 Feb 2025 10:08 WIB
- Sungailiat
KBRN Pangkalpinang : Sastra Jawa atau bahasa Jawa bisa dibilang menyimpan keunikan, tak hanya unik bahasa Jawa mempunyai makna yang sangat dalam. Setiap kata dan kalimat mempunyai arti dan makna yang dalam.
Salah satu bahasa Jawa yang mempunyai makna yang dalam adalah penyebutan angka 11, 21, 25, 50, dan 60 dimana angka – angka itu mempunyai pola penyebutan yang berbeda dari yang lain. dimana penyebutan ini mempunyai filosopi dari setiap fase dalam kehidupan manusia.
Jumiran (65) salah satu tokoh adat jawa menuturkan bahwa di Masyarakat Jawa mempunyai sebuah keyakinan bahwa setiap jenjang usia merupakan sesuatu yang penting dengan dilambangkan pada penyebutan sebuah angka. Berikut penyebutan Angka dan filosofinya :
Angka 11 atau sewelas (nduwe roso welas)
Nduwe roso welas artinya mempunyai rasa kasih sayang, dimana orang difase umur antara 11 sampai 19 atau fase remaja dimana direntang umur segitu sudah memiliki rasa kasih sayang terhadap lawan jenis.
Angka 21 atau Selikur (Seneng Lingguh Kursi)
Seneng lingguh kursi yang mempunyai arti suka duduk dikursi. Usia dimana manusia memasuki masa dewasa dan mulai mendapat tempat kerja, mendapatkan kedudukan.
Angka 25 atau Selawe (Seneng Lanang Wedok)
Seneng Lanang Wedok yang mempunyai arti suka lawan jenis, fase dimana manusia mulai beranjak kejenjang serius atau fase menikah. Pada tahap ini, lelaki ataupun Perempuan memiliki usia ideal untuk menikah.
Angka 50 atau Seket (Seneng Kethunan)
Seneng Kethunan yang artinya suka memakai peci. Dimana usia ini manusia memasukai fase mendekatkan diri kepada tuhan dengan memperbanyak ibadah.
Angka 60 atau Sewidak (Sejatine Wis Wayahe Tindak)
Sejatine wis wayahe tindak itu mempunyai arti sudah waktunya pergi. Sewidak ini memang memiliki makna yang sangat dalam dimana manusia hanya menunggu waktu untuk dipanggil menghadap sang pencipta. Pada usia 60 tahun keatas, fisik manusia sudah mengalami penurunan dan keterbatasan.
Penyebutan angka ini bukan sekedar kebetulan, melainkan sebuah warisan kebijaksanaan leluhur jawa dalam memandang siklus kehidupan manusia. Dimana setiap pola penyebutan angka ini menjadi sebuah pengingat tentang fase kehidupan perjalanan hidup manusia, mulai dari masa muda hingga masa senja, dan mengajarkan kita untuk menghargai setiap tahapan kehidupan.
Saya orang jawa dan saya ingin mengenalkan bahasa jawa diseluruh Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....