HANI 2024, Narkoba Ancam Generasi Muda Indonesia

  • 26 Jun 2024 11:30 WIB
  •  Sungailiat

KBRN, Bangka : Dunia memperingati Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) pada 26 Juni 2024. Perang terhadap narkoba sendiri telah didengungkan seluruh negara di dunia, termasuk di Indonesia yang telah menjadi ancaman serius generasi muda Indonesia.

Dan pasal penyalahgunaan narkoba juga menjadi masalah krusial yang dihadapi bangsa Indonesia. Hampir semua kalangan terdampak dan menjadi korban obat terlarang ini, tak terkecuali anak-anak dan remaja.

Hal ini juga menjadi perhatian Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Kepulauan Bangka Belitung. Ketua Komnas PA Babel, Imelda Handayani menyampaikan data Badan Narkotika Nasional (BNN) dimana tak kurang dari 2,2 juta anak Indonesia menjadi penyalahguna narkoba, dan hal ini sangat memprihatikan dan harus ditangani secara serius.

"Menurut data BNN, sebanyak 2,2 juta remaja Indonesia menjadi penyalahguna narkoba, dan angka ini bisa terus mengalami kenaikan setiap tahunnya," kata Imelda kepada RRI.co.id, Rabu (26/6/2024).

Menurut data BNN ungkap Imelda, rentang usia yang pertama kali mengunakan narkoba itu antara 17-19 tahun. Sehingga jika dirata-rata merupakan usia pelajar berkisar 11-24 tahun.

"Ini mengindikasikan bahwa sewaktu-sewaktu para pemain narkoba ini mengincar anak-anak kita. Kita tahu juga dampak narkoba bagi kesehatan ini bisa sangat serius. Untuk remaja bisa mempengaruhi kecerdasan, merubah perilaku sosial mereka dan pergaulan mereka," ujarnya.

Lanjut Imelda, orang tua wajib mencegah anak agar tidak terjebak dalam penyalahgunaan narkoba. Selain itu lingkungan rumah, pergaulan di luar rumah juga berperan besar dalam membentuk karakter anak remaja.

"Kebanyakan anak remaja itu cenderung mengikuti apa yang teman mereka lakukan, jadi pergaulan mereka harus benar-benar di jaga terutama kalau di luar rumah," imbuhnya.

Sementara, siswa SMA Setia Budi Sungailiat, Didanho mengaku jika remaja seusianya sangat rentan terpengaruh hal negatif, seperti narkotika. Namun dia merasa beruntung lingkungan pergaulannya sangat jauh dari hal negatif tersebut.

"Alhamdulillah lingkungan main saya baik-baik saja, paling kita kumpul olahraga, main musik, kerja kelompok, ayah dan ibu juga selalu kontrol kalau saya pas di luar," ucap Didanho.



google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....