Karhutla Bangka Meluas, Ratusan Titik Api Bakar 688,7 Hektare
- 02 Okt 2026 20:05 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Sungailiat - Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutla) Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mencatat sebanyak 384 titik api berhasil ditangani sepanjang Januari hingga akhir September 2026.
Dari ratusan titik api tersebut, luas hutan dan lahan yang terbakar mencapai 688,7 hektare dan tersebar di sejumlah wilayah kecamatan di Kabupaten Bangka.
Ketua Satgas Karhutla Kabupaten Bangka, Ahmad Suherman, mengatakan penanganan ratusan titik api tersebut dilakukan selama sembilan bulan terakhir.
"Selama periode itu kami berhasil menangani 384 titik api atau seluas 688,7 hektare hutan yang terbakar," kata Ahmad Suherman, Jumat 2 Oktober 2026.
Ia mengatakan, kasus kebakaran hutan dan lahan tertinggi terjadi pada Agustus 2026. Pada bulan tersebut, Satgas mencatat sebanyak 122 titik api dengan luas area terbakar mencapai 241,5 hektare.
“Mayoritas kasus karhutla terjadi akibat kelalaian masyarakat. Bahkan kami juga menemukan kebakaran hutan yang diduga sengaja dilakukan oknum masyarakat untuk perluasan perkebunan berada di kawasan terlarang atau dalam kawasan hutan konservasi," ujarnya.
Menurut Achmad Suherman, kondisi cuaca panas yang berlangsung cukup panjang pada 2026 turut meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Dampak kebakaran tidak hanya mengancam kelestarian lingkungan, tetapi juga menimbulkan kerugian materiil bagi masyarakat.
"Kami mendapati salah satu rumah warga habis terbakar akibat api menjalar yang membakar hutan dekat rumah warga," katanya.
Ahmad berharap hujan yang mulai terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Bangka, Rabu 30 September 2026 dapat membantu menekan kasus karhutla yang masih terjadi.
Sementara Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan cuaca hujan sudah mulai turun di sejumlah wilayah Kepulauan Bangka Belitung.
“Namun intensitasnya memang belum banyak, namun kondisi ini perlu diwaspadai, dan masyarakat juga dapat rutin memantau prakiraan cuaca yang kami sampaikan secara berkala melalui media sosial,” kata Katim Data dan Informasi BMKG Kelas 1 Pangkalpinang Slamet Supriyadi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....