Pemkab Beltim Terapkan Kartu Kendali bagi Pengecer BBM

  • 21 Sep 2026 21:11 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Belitung Timur - Pemerintah Kabupaten Belitung Timur bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menyepakati pengecer BBM kios diatur menggunakan kartu kendali yang diterbitkan oleh masing-masing kecamatan, sebagai upaya mengatasi persoalan antrean.

Bupati Belitung Timur, Kamarudin Muten mengatakan, masing-masing kecamatan akan membagi pengecer ke dalam tiga kelompok. Pengecer mendapatkan kartu kendali sesuai wilayah pembelian dan hanya dapat melakukan pembelian pada SPBU sesuai wilayah masing-masing.

"Jadi pengecer itu masing-masing kecamatan dibagi tiga kelompok. Dia menggunakan kartu kendali khusus pengecer sesuai hari yang ditentukan, sesuai wilayah pembelian dan hanya berlaku di SPBU yang telah ditentukan," kata Kamarudin Muten usai Rakor Tindaklanjut Hasil Kesepakatan antrean BBM, Senin 21 September 2026.

Melalui mekanisme tersebut, setiap pengecer dibatasi membeli maksimal 60 liter BBM per hari. BBM yang dibeli wajib dijual kembali kepada masyarakat melalui kios. Bupati juga menegaskan tidak ada lagi istilah pengerit dalam pengaturan tersebut. Pengecer yang mendapatkan kartu kendali merupakan mereka yang telah masuk dalam data pemerintah kecamatan.

"Pengecer diwajibkan menjual BBM di kios masing-masing. Kalau kami kontrol dia tidak jual, kartu kendalinya akan kami cabut," katanya.

Pengaturan kartu kendali tersebut mulai diberlakukan Senin hingga Sabtu. Sementara pada hari Minggu, diperbolehkan melakukan pembelian BBM secara bebas tanpa menggunakan kartu kendali.

Salah satu warga Kecamatan Manggar, Panji menyambut baik akan diberlakukannya pengaturan penerapan kartu kendali. Ia berharap mekanisme pembagian kartu dilakukan secara tepat berdasarkan data pengecer yang benar-benar aktif, sehingga tidak menimbulkan persoalan baru dalam mendapatkan BBM.

"Yang penting penerapannya jelas, pengecer yang memang sudah terdata bisa mendapatkan sesuai kebutuhannya, dan BBM yang dibeli benar-benar dijual kembali kepada masyarakat. Kami juga berharap pengawasannya konsisten," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....