Pemprov Babel Gelontorkan Rp7,3 Miliar untuk 9 Parpol, PDIP Terbesar
- 17 Sep 2026 14:51 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Pangkalpinang- Pemprov Bangka Belitung gelontorkan Rp7.351.950.000.dari APBD 2026 untuk 9 parpol pemilik kursi DPRD Babel. Bantuan naik dari Rp6.000 jadi Rp10.000 per suara sah hasil Pemilu 2024.
Penjabat (Pj) Sekda Provinsi Bangka Belitung, Fery Afrianto, mengatakan, seluruh proses serah terima bantuan keuangan tersebut telah dilaksanakan secara tuntas.
“Besaran berdasarkan hasil Pemilu yang kemarin dilaksanakan. Nilainya tergantung masing-masing provinsi, dan tahun ini sudah dilaksanakan kenaikan menjadi sebesar Rp10.000 per suara,” ujar Fery, Kamis 17 September 2026.
PDI Perjuangan tercatat menjadi penerima bantuan terbesar dengan nilai Rp1.612.700.000,00, disusul oleh Gerindra, Golkar, NasDem, PKS, PPP, Demokrat, PBB, dan PKB.
Fery berpesan agar seluruh partai penerima hibah mematuhi petunjuk teknis yang ada.
“Kami berharap parpol dapat melaksanakan seluruh skema yang ditetapkan melalui peraturan perundang-undangan untuk penggunaan bantuan ini sesuai aturan yang berlaku,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Politik Badan Kesbangpol Babel, Ferdiyan Hermawan Loebis menegaskan aturan alokasi belanja bantuan parpol tersebut. Porsi terbesar dari dana bantuan diwajibkan untuk kegiatan pendidikan politik.
“Penyaluran ini dari anggaran yang diberikan, lebih dari 51 persen harus digunakan untuk pendidikan politik. Selebihnya baru dipergunakan untuk operasional kesekretariatan partai,” kata Ferdian.
Menanggapi pencairan bantuan tersebut, Wakil Ketua DPD OKK PDI Perjuangan Babel, Muhammad Rizki, menyatakan komitmennya untuk memaksimalkan alokasi pendidikan politik, bahkan melampaui batas minimal yang ditetapkan pemerintah.
“Setiap tahun kami dari PDI Perjuangan mendapatkan bantuan politik ini, dan kami gunakan 60 persen-nya untuk pendidikan politik. Kami lebih fokuskan ke arah pendidikan politik ke masyarakat dan kader,” kata
Rizki.
Rizki menyebut sisanya baru digunakan untuk inventarisasi serta operasional kantor. Pihaknya tidak langsung menghabiskan dana tersebut, melainkan menyusun program kerja tahunan terlebih dahulu.
“Setelah menerima ini, kami rapat dulu menyusun program kerja selama satu tahun. Nanti kami breakdownpembagian biayanya. Mayoritas program yang kami jalankan difokuskan pada kegiatan yang lebih bermanfaat untuk masyarakat,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....