Komnas PA Beri Materi Parenting ke Guru dan Ortu TK Melati Belitung Timur
- 16 Agt 2026 14:10 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Belitung Timur – Tindakan fisik sebagai hukuman kepada anak yang dianggap salah merupakan pola asuh yang keliru dari seorang guru.
Hal itu ditegaskan Ketua Komnas Perlindungan Anak Provinsi Babel, Imelda Handayani, dalam kegiatan parenting di TK Melati Manggar, Belitung Tinur, Minggu, 16 Agustus 2026.
"Peran guru disini jangan langsung memberikan hukuman ketika terjadi persoalan antaranak. Guru perlu mencari informasi mengenai penyebab kejadian dan memahami kondisi anak sebelum menentukan langkah penanganan," kata Imelda.
Dia menjelaskan penanganan anak usia dini berbeda dengan jenjang pendidikan lebih tinggi. Perilaku seperti memukul teman tidak selalu berarti kekerasan. Bisa jadi anak hanya ingin bermain, berteman, atau meminjam mainan.
Ia juga menekankan pentingnya keterbukaan antara sekolah dan orang tua. Setiap kejadian yang melibatkan anak harus disampaikan secara terbuka agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.
"Sekolah harus terbuka apapun yang terjadi di sekolah dengan orang tua. Jangan menutupi kejadian karena anak-anak masih berada pada periode emas perkembangan," ujarnya.
Kepala TK Melati Manggar, Rosa, mengatakan kegiatan parenting bersama Komnas PA sangat berguna bagi guru dan orang tua.
"Parenting ini memang sangat berguna untuk saya sendiri, untuk guru-guru, dan untuk orang tua, karena banyak sekali ilmu yang bisa didapatkan," kata Rosa.
Rosa menambahkan, sekolah terus berupaya meminimalisir potensi kekerasan dan bullying dengan meningkatkan pemahaman guru dan orang tua tentang pola asuh.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....