SIKOK Permudah Pencatatan dan Pelaporan POPM Filariasis di Beltim
- 10 Agt 2026 11:34 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Belitung Timur – Dulu, laporan kegiatan Pemberian Obat Pencegahan Massal atau POPM filariasis harus ditulis tangan. Dari kader desa, ke puskesmas, baru ke Dinas Kesehatan. Lama dan rawan salah input.
Kini, Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung Timur memotong rantai itu. Lewat inovasi Sistem Informasi Kesehatan Orang Kampong Kite atau SIKOK, pencatatan dan pelaporan POPM penyakit kaki gajah kini serba digital.
"Variabel pencatatan di SIKOK merujuk pada Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 94 Tahun 2014 tentang Penanggulangan Filariasis. Jadi datanya sesuai standar nasional," kata Dini Wahyuni, inovator SIKOK dari Dinkes Beltim.
Dengan SIKOK, data dari lapangan langsung masuk ke sistem. Gak perlu nunggu berjenjang lagi.
"Alur pelaporan jadi lebih pendek. Data cepat diterima dan bisa langsung dipakai untuk pemantauan dan evaluasi," jelas Dini.
Uniknya, sistem ini juga dibuka untuk publik. Warga bisa cek sendiri jadwal dan capaian POPM di daerahnya lewat portal Lawang Beltim menu Informasi Publik. Real time.
Imam, salah satu warga, mengaku terbantu dengan adanya SIKOK. "Dengan adanya sistem seperti ini, masyarakat lebih tahu dan mudah dapat info kegiatan kesehatan di lingkungan. Semoga layanan SIKOK ini bisa dikembangkan lagi ke depannya," ujarnya.
Pemerintah daerah berharap, dengan data yang valid, akurat, dan berbasis kewilayahan ini, pengelolaan kesehatan di tingkat desa, kecamatan, hingga kabupaten jadi lebih efisien.
"Targetnya satu: filariasis bisa kita cegah bersama. Data yang baik, langkah pencegahan juga jadi tepat," kata Dini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....