Pertamina Pastikan Stok BBM di Pulau Belitung Aman

  • 06 Agt 2026 11:15 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Belitung Timur – PT Pertamina Patra Niaga Belitung memastikan stok dan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) di Pulau Belitung, termasuk Kabupaten Belitung Timur, dalam kondisi aman.

Untuk menjaga kelancaran distribusi, Pertamina meningkatkan penyaluran rata-rata harian Pertalite di Pulau Belitung dari sekitar 240 kiloliter (KL) menjadi 270 hingga 280 KL per hari selama beberapa hari terakhir.

Sales Branch Manager (SBM) PT Pertamina Patra Niaga Belitung, Rafli Alhaq, mengatakan penyaluran BBM bersubsidi maupun non-subsidi terus dioptimalkan agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi. Menurutnya, antrean yang terjadi di sejumlah SPBU dalam beberapa pekan terakhir bukan disebabkan keterbatasan stok, melainkan meningkatnya konsumsi BBM bersubsidi.

"Secara kuota tidak ada pengurangan. Justru yang terjadi adalah peningkatan konsumsi Pertalite karena adanya perpindahan penggunaan dari BBM nonsubsidi ke Pertalite. Dampaknya permintaan di SPBU meningkat dan antrean menjadi lebih panjang," jelas Rafli, Kamis, 6 Agustus 2026.

Untuk itu, Pertamina bersama aparat terkait terus melakukan pengawasan terhadap distribusi BBM subsidi agar penyalurannya tetap sesuai ketentuan. Menurut Rafli, pengawasan dilakukan melalui sistem digital berbasis barcode yang terhubung dengan data kendaraan.

"Pengawasan terus kami lakukan. Jika ditemukan penyalahgunaan barcode atau pengisian yang tidak sesuai aturan, kami lakukan pemblokiran. SPBU juga kami awasi agar penyaluran BBM benar-benar tepat sasaran," katanya.

Bupati Belitung Timur, Kamarudin Muten mengatakan Pemkab Beltim akan menyiapkan surat edaran sebagai pedoman pengendalian penjualan BBM subsidi di tingkat pengecer. Menurutnya, kebijakan tersebut bertujuan menjaga distribusi BBM subsidi agar tetap tepat sasaran sekaligus memberikan kepastian bagi masyarakat yang memang membutuhkan.

"Kita akan membuat surat edaran sebagai dasar pengaturan di lapangan. Tujuannya agar distribusi BBM subsidi lebih tertib, tidak dimanfaatkan oleh oknum tertentu, dan masyarakat tetap mendapatkan haknya," kata Kamarudin.

Diakuinya harga jual BBM bersubsidi di tingkat pengecer sudah sangat memprihatinkan. Dari yang sebelumnya hanya dijual Rp12.000 per liter meningkat menjadi Rp13.000 hingga Rp14.000, bahkan di tempat terpencil ada yang Rp15.000.

“Ini tidak baik, cari untungnya sudah keterlaluan. Ditambah kalau mereka menyetok di rumah bahaya kebakaran sangat tinggi,” ujar Kamarudin.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....