Pemkab Bangka Gandeng Kantor Bahasa Babel Revitalisasi Bahasa Melayu Bangka
- 20 Jul 2026 17:02 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Sungailiat - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka menjalin kerja sama dengan Kantor Bahasa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam penyelenggaraan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengajar Utama Revitalisasi Bahasa Daerah Tahun 2026 yang digelar di OR Parai Tenggiri, Kantor Bupati Bangka, Senin 20 Juli 2026.
Kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam mendukung program Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD) sekaligus menjaga eksistensi bahasa daerah sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat Bangka.
Dalam sambutannya, Pelaksana Tugas (Plt.) Sekda Bangka, Asep Setiawan, mengatakan kerja sama bertujuan meningkatkan penggunaan Bahasa Melayu Bangka di kalangan generasi muda melalui berbagai program edukasi, pelatihan bagi tenaga pendidik, penyusunan bahan ajar, hingga pengembangan kegiatan kebahasaan dan kesastraan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
“Bahasa Melayu Bangka bukan sekadar alat komunikasi, melainkan warisan budaya yang mencerminkan jati diri, sejarah, nilai kehidupan, dan kearifan lokal yang diwariskan leluhur masyarakat Bangka,” ujarnya.
Di dalam Bahasa Melayu Bangka tersimpan sopan santun, rasa hormat, dan cara pandang khas masyarakat.
Untuk itu, melalui program revitalisasi ini diharapkan Asep, mampu menumbuhkan kembali minat generasi muda untuk menggunakan Bahasa Melayu Bangka dalam kehidupan sehari-hari. Selain sebagai alat komunikasi, bahasa daerah juga menjadi media pewarisan nilai-nilai budaya, sejarah, dan kearifan lokal yang perlu dijaga keberlangsungannya.
Pemkab Bangka menilai pelestarian bahasa daerah merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, dunia pendidikan, komunitas budaya, hingga masyarakat. Oleh karena itu, sinergi dengan Kantor Bahasa Babel diharapkan mampu memperkuat berbagai upaya pelindungan dan pengembangan Bahasa Melayu Bangka secara berkelanjutan.
Sementara, Kepala Kantor Bahasa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Afriyendy Gusti, mengatakan revitalisasi bahasa daerah merupakan bagian dari program nasional Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa yang bertujuan menjaga bahasa daerah agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
“Program ini dilaksanakan melalui pembelajaran, pendampingan guru, serta berbagai kegiatan kreatif yang melibatkan peserta didik sebagai penutur muda bahasa daerah,” kata Afriyendy.
Melalui kolaborasi, diharapkan Bahasa Melayu Bangka tidak hanya tetap lestari, tetapi juga semakin dikenal dan digunakan sebagai identitas masyarakat Bangka di tengah perkembangan zaman. Kerja sama antara pemerintah daerah dan Kantor Bahasa Babel menjadi salah satu langkah nyata dalam memperkuat pelestarian bahasa dan budaya lokal sebagai bagian dari kekayaan bangsa Indonesia.
Bimtek tersebut menghadirkan narasumber Zalfika Ammya dan Ira Esmeralda, dua tokoh literasi dan penulis asal Bangka Belitung. Keduanya membekali peserta dengan metode pembelajaran, teknik pengajaran, serta strategi pelestarian Bahasa Melayu Bangka agar lebih menarik, adaptif, dan mudah diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....