Co-Billing Retribusi Sampah Bangka Menyasar 407 Pelanggan

  • 07 Jul 2026 14:05 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Sungailiat – Penerapan Co-Billing retribusi sampah terintegrasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka pada tahap awal menyasar pada 407 pelanggan. Jumlah itu sementara disesuaikan dengan kondisi kesiapan personil dalam pengangkutan sampah nantinya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bangka, Boy Yandra, mengatakan 407 pelanggan tahap awal ini, mengakomodir untuk wilayah Sungailiat dan sekitarnya, yang sebagian besar sasaran pada daerah perumahan rakyat.

“Penerapan co-billing merupakan inovasi untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam membayar retribusi sampah, dan mengurangi aksi masyarakat yang membuang sampah sembarangan,” katanya kepada RRI, Selasa, 7 Juli 2026.

Menurutnya, sistem ini memberikan kemudahan dari sisi pemerintah karena proses penagihan menjadi lebih efisien.

Selain itu, penerapan co-billing juga mendukung pengelolaan data pelanggan yang lebih akurat. Data pelanggan PDAM yang telah tervalidasi akan menjadi dasar dalam menyesuaikan data wajib retribusi sampah, termasuk identitas pelanggan seperti nama dan NIK.

"Data menjadi lebih akurat karena mengikuti data pelanggan PDAM yang sudah valid. Dengan begitu, pengelolaan retribusi sampah dapat lebih tertib dan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor persampahan dapat meningkat," katanya.

Dia berharap dengan dimulainya penerapan co-billing bagi 407 pelanggan, Pemerintah Kabupaten Bangka berharap program tersebut dapat berjalan optimal dan secara bertahap menjangkau lebih banyak pelanggan di wilayah Kabupaten Bangka.

Warga Sungailiat Mardin menyambut baik adanya program itu, agar mengurangi pembuangan sampah masyarakat yang dilakukan disembarang tempat.

“Harapan kita tidak ada lagi sampah yang breserakan dibuang tidak pada tempatnya, tapi sudah diangkut dengan petugas sampah,” ucap Mardin.

Tidak hanya patuh dalam pembayaran, menurut Mardin, sampah juga dapat diangkut tempat waktu oleh petugas sampah sehingga lingkungan tetap terjaga kebersihannya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....