Pemkab Bangka Salurkan Pupuk Subsidi Dukung Ketahanan Pangan

  • 06 Jul 2026 09:47 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Sungailiat - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka menyalurkan pupuk bersubsidi kepada 5.702 petani. Penyaluran pupuk sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan produktivitas sektor pertanian di daerah.

Bupati Bangka, Fery Insani, mengatakan penyaluran pupuk bersubsidi merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memenuhi kebutuhan sarana produksi pertanian sekaligus memastikan bantuan tepat sasaran kepada petani yang telah terdaftar dalam sistem elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK).

"Kami ingin memastikan pupuk bersubsidi benar-benar diterima oleh petani yang berhak sehingga dapat meningkatkan hasil produksi pertanian dan mendukung ketahanan pangan daerah," ujar Fery, Senin, 6 Juli 2026.

Menurutnya, sektor pertanian memiliki peran strategis dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Karena itu, pemerintah daerah terus memperkuat kemitraan dengan petani melalui berbagai program pendampingan, mulai dari penyediaan benih unggul, pendampingan penyuluh pertanian lapangan, hingga penyaluran pupuk bersubsidi.

Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Bangka Subhan menjelaskan, tahun 2026, alokasi pupuk bersubsidi untuk Kabupaten Bangka terdiri atas pupuk urea sebanyak 386.312 ton, pupuk NPK 1.208,640 ton, pupuk NPK formula khusus 7.283 ton, serta pupuk organik 627.263 ton.

“Seluruh alokasi pupuk dimanfaatkan untuk mendukung rencana tanam seluas 4.823,81 hektare,” ucapnya.

Dengan dukungan ini, petani diharapkan dapat lebih optimal dalam mengelola lahan sawah.

Untuk memastikan distribusi berjalan lancar, pemerintah daerah juga mengandalkan 15 kios atau pengecer resmi pupuk bersubsidi (PPTS) yang tersebar di delapan kecamatan. Keberadaan kios ini diharapkan mempermudah petani dalam memperoleh pupuk sesuai alokasi yang telah ditetapkan.

“Alhamdulillah dengan adanya bantuan pupuk, cukup membantu petani dalam mengembangkan produksi pertanian petani, harapan kita ini bisa dilakukan secara berkelanjutan,” kata petani Ajong.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....