Harga Beli Sampah DLH Bangka Capai Rp12.000 per Kilogram

  • 29 Jun 2026 10:50 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Sungailiat - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bangka menetapkan harga pembelian sampah daur ulang yang bervariasi berdasarkan jenisnya. Dalam program tersebut, sampah kaleng berbahan aluminium menjadi komoditas dengan nilai jual tertinggi, yakni mencapai Rp12 ribu per kilogram.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bangka Boy Yandra menjelaskan, harga pembelian sampah plastik berkisar antara Rp5 ratus hingga Rp4 ribu per kilogram. Nilai tertinggi untuk kategori plastik diberikan kepada sampah jenis tutup galon karena memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi dibandingkan jenis plastik lainnya.

“Kalau untuk harga sampah kaleng kita beli dengan harga mulai dari Rp1.500 per kilogram. Sementara itu, kaleng berbahan aluminium menjadi jenis sampah yang paling bernilai dalam program, dengan harga pembelian mencapai Rp12 ribu per kilogram,” ujar Boy Yandra, Senin, 29 Juni 2026.

Untuk sampah berbahan kertas, harga pembelian dimulai dari Rp3 ratus per kilogram. Adapun kertas HVS putih dihargai sebesar Rp1.400 per kilogram karena dinilai memiliki kualitas yang lebih baik dan lebih mudah didaur ulang.

Program pembelian sampah ini diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam memilah sampah sejak dari rumah. Selain membantu menjaga kebersihan lingkungan, masyarakat juga dapat memperoleh manfaat ekonomi dari sampah yang sebelumnya dianggap tidak memiliki nilai.

DLH Bangka berharap skema pembelian sampah tersebut mampu mendorong kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan sekaligus mendukung upaya pengurangan volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA).

“Kita buka layanan pembelian sampah dari masyarakat sebagai upaya mengurangi volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sekaligus meningkatkan nilai ekonomi sampah yang masih dapat dimanfaatkan,” ucapnya.

Seorang ibu rumah tangga Siti, berharap program dapat dijalankan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak masyarakat.

"Selama ini kami hanya membuang sampah bercampur. Dengan adanya informasi harga beli dari DLH, kami jadi lebih semangat memilah plastik, kertas, dan kaleng. Selain lingkungan lebih bersih, ada tambahan penghasilan meski tidak besar," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....