Puluhan Mahasiswa Babel Sampaikan Aspirasi & Kritik kepada Pemerintah
- 26 Jun 2026 11:24 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Pangkalpinang - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa "Kerakyatan" Bangka Belitung sampaikan aspirasi dan kritik terhadap sejumlah persoalan yang dinilai menjadi pekerjaan rumah pemerintah.
Dialog terbuka antara mhasiswa dengan pemangku kebijakan daerah tersebut berlangsung di Ruang Sidang Paripurna DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kamis, 25 Juni 2026.
Aksi yang berlangsung sejak siang hari tersebut diwarnai berbagai tuntutan terkait tata kelola pertambangan, kesejahteraan guru honorer, hak plasma masyarakat, evaluasi program pemerintah, hingga penolakan rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Pulau Gelasa.
Aksi ini mendapat respons langsung dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) dan DPRD Babel. Pj. Sekretaris Daerah Babel, Fery Afriyanto, hadir langsung bersama Wakil Ketua III DPRD Babel Edi Nasapta.
Koordinator Daerah BEM Babel, Daniel Eko Saputra menyampaikan, bahwa mahasiswa hadir membawa suara masyarakat.
"Masyarakat ini menginginkan kebijakan lebih berpihak kepada rakyat, transparansi dalam tata kelola pemerintahan, serta penyelesaian berbagai persoalan daerah secara konkret dan berkeadilan," kata Daniel, dalam orasinya.
Menanggapi berbagai tuntutan tersebut, Pj. Sekda Babel Fery Afriyanto menegaskan bahwa Pemprov Babel tidak tinggal diam terhadap berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat. Ia menjelaskan bahwa sejumlah langkah telah dilakukan pemerintah daerah, termasuk menyampaikan berbagai persoalan strategis daerah kepada pemerintah pusat.
"Terkait polemik izin usaha pertambangan (IUP), Gubernur Kepulauan Bangka Belitung telah menyampaikan langsung surat kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta Menteri Kelautan dan Perikanan terkait aspirasi masyarakat terhadap sejumlah wilayah pertambangan yang menjadi perhatian publik," ungkap Fery kepada mahasiswa.
Sementara, Wakil Ketua III DPRD Babel Edi Nasapta menegaskan bahwa DPRD akan terus mengawal berbagai persoalan yang disampaikan mahasiswa, khususnya yang berkaitan dengan hak-hak masyarakat, kewajiban plasma perusahaan, kesejahteraan tenaga honorer, serta perlindungan masyarakat di sektor pertambangan dan perkebunan.
"Kami mengapresiasi kepedulian mahasiswa terhadap kondisi daerah. Apa yang disampaikan hari ini akan kami kawal dan perjuangkan sesuai kewenangan DPRD. Aspirasi masyarakat harus terus diperjuangkan demi Bangka Belitung yang lebih baik," ucap Edi. (Ril)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....