Tim Gabungan Pemkab Bangka Hanya Temukan Ponton saat Penertiban DAS Jada Bahrin

  • 17 Jun 2026 20:02 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Bangka - Tim gabungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka hanya menemukan ponton tambang timah inkonvensional (TI) saat penertiban di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Desa Jada Bahrin, Kecamatan Merawang, Rabu, 17 Juni 2026.

Saat tim tiba di lokasi, tim yang dipimpin langsung Bupati Bangka Fery Insani, tidak menemukan adanya aktivitas pertambangan, melainkan hanya sejumlah ponton dan peralatan tambang.

Plt. Kasatpol PP Kabupaten Bangka, Achmad Suherman, mengatakan kondisi ini menimbulkan dugaan adanya kebocoran informasi sebelum pelaksanaan penertiban.

“Bupati hari ini turun langsung memimpin ke lapangan. Ternyata di situ tidak ada yang bekerja, hanya ada beberapa unit peralatan tambang yang masih parkir di lokasi,” kata Suherman.

Menurutnya, aktivitas tambang di kawasan tersebut biasanya cukup ramai dengan ratusan ponton TI rajuk maupun tower yang beroperasi. Namun saat penertiban berlangsung, seluruh aktivitas mendadak berhenti.

“Informasi penertiban ini kemungkinan sudah bocor. Padahal rencana kegiatan hari ini sudah kami lakukan secara tertutup, tetapi ternyata para penambang tidak ada yang bekerja,” ujarnya.

Suherman menilai para penambang sengaja menghindari petugas dan diduga lebih banyak beroperasi pada malam hari untuk menghindari pengawasan.

“Mereka ini bekerja sembunyi-sembunyi. Siang hari tidak terlihat, biasanya malam hari mereka beroperasi,” katanya.

Selain melanggar aturan, aktivitas penambangan di DAS Jada Bahrin juga dinilai berbahaya. Kawasan tersebut memiliki kondisi sungai yang dalam dan dikenal sebagai habitat buaya, sehingga berisiko bagi keselamatan para penambang.

Meski menemukan sejumlah ponton dan peralatan tambang, tim gabungan belum dapat melakukan pengamanan terhadap peralatan TI, karena kondisi medan yang sulit dijangkau dan membutuhkan sarana khusus untuk mengevakuasinya.

“Peralatannya tidak bisa langsung diamankan karena harus ditarik menggunakan perahu besar. Lokasinya cukup sulit dijangkau dan kondisi airnya dalam,” kata Suherman.

Dalam penertiban, Bupati Bangka didampingi personel Satpol PP Kabupaten Bangka, Polres Bangka, Polsek Merawang, Koramil Merawang, BPBD, serta Pemerintah Desa Jada Bahrin.

Camat Merawang Ari Pamungkas menyebutkan, jika pihaknya sudah berupaya melakukan perlindungan aset, bersama perangkat desa setempat.

"Akibat permasalahan aktivitas TI inilah menyebabkan kades ingin mengundurkan diri, karena mendapatkan tekanan dari para penambang, di satu sisi melarang adanya penambangan," katanya.

Kendati demikian, pihaknya telah melaporkan ke pihak terkait, termasuk bupati agar dapat bersama melindungi kawasan tersebut dari pengrusakan DAS.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....