Program BSPS Bantu Warga Belitung Timur Miliki Rumah Layak Huni
- 12 Jun 2026 13:31 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Belitung Timur – Sebanyak 200 rumah di Kabupaten Belitung Timur mendapatkan bantuan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Bantuan itu Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) tahun 2026.
Kepala Satuan Kerja Perumahan dan Permukiman Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Ahmad Fahmi mengatakan program BSPS sebagai salah satu instrumen penting pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat berpenghasilan rendah. Melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), setiap unit RTLH akan mendapat bantuan Rp20 juta.
Rinciannya, Rp17,5 juta untuk material bangunan dan Rp2,5 juta untuk upah tenaga kerja. Dana tidak diberikan langsung kepada penerima, melainkan disalurkan ke penyedia material dan tukang guna memastikan transparansi.
"Konsep BSPS mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam memperbaiki rumah secara swadaya dengan dukungan stimulan dari pemerintah. Program ini juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan hunian yang layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah secara lebih merata," ujar Ahmad Fahmi, Jum'at, 11 Juni 2026.
Ahmad menilai penyediaan rumah layak huni merupakan bentuk nyata pelaksanaan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Karena itu, program tersebut terus dipertahankan meski telah berlangsung hampir dua dekade dan mengalami beberapa kali perubahan kelembagaan pemerintahan.
"Program ini tetap dibutuhkan masyarakat. Rumah tidak layak huni masih menjadi persoalan di berbagai daerah. Meskipun kementerian, menteri, bahkan presiden berganti, kebutuhan masyarakat terhadap program perbaikan rumah masih sangat tinggi," ujarnya.
Salah satu penerima manfaat Program BSPS, Indo Saka, warga Desa Baru, Kecamatan Manggar, mengaku bersyukur rumah yang ditempatinya selama belasan tahun akhirnya mendapatkan bantuan perbaikan dari pemerintah.
Ia mengatakan telah menempati rumah tersebut selama kurang lebih 17 tahun. Selama itu pula, ia dan keluarganya harus menghadapi berbagai tantangan akibat kondisi rumah yang berada di atas perairan laut.
"Alhamdulillah senang sekali dapat bantuan ini. Kalau nanti ada kekurangan biaya, kami akan berusaha menambah sendiri. Yang penting rumah bisa diperbaiki dan tidak kebanjiran lagi saat air pasang," katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....