Sebanyak 75 Siswa Siap Jadi Angkatan Perdana SMA Unggul Garuda di Beltim

  • 03 Jun 2026 14:56 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Belitung Timur - Sebanyak 75 siswa dipastikan akan menjadi angkatan perdana SMA Unggul Garuda baru di Kabupaten Belitung Timur pada tahun ajaran 2026/2027.

Kepala SMA Unggul Garuda Belitung Timur, Winda Ari Anggraini, mengatakan jumlah siswa yang lolos telah ditetapkan berdasarkan hasil seleksi yang diumumkan secara resmi. Namun, dari jumlah tersebut berkurang satu orang dari kuota awal sebanyak 76 siswa setelah satu calon peserta didik mengundurkan diri.

"Berdasarkan pengumuman resmi, untuk Belitung Timur ada 76 siswa yang diterima. Namun satu orang mengundurkan diri sehingga jumlahnya menjadi 75 siswa. Kursi yang ditinggalkan oleh calon siswa yang mengundurkan diri tidak dapat dialihkan kepada peserta lain," kata Winda, Rabu, 3 Juni 2026.

Ia menjelaskan, pengisian kuota pengganti tidak dimungkinkan karena proses penerimaan peserta didik telah dilaksanakan sesuai ketentuan dan mekanisme yang ditetapkan oleh penyelenggara program SMA Unggul Garuda.

Meski jumlah peserta berkurang satu orang, Winda memastikan hal tersebut tidak akan memengaruhi persiapan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar yang direncanakan dimulai pada tahun ajaran baru mendatang.

"Pihak sekolah saat ini terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mempersiapkan kebutuhan akademik maupun sarana pendukung bagi para siswa yang akan menempuh pendidikan di sekolah unggulan ini," ujarnya.

Sementara itu, Bupati Belitung Timur Kamarudin Muten menyoroti masih rendahnya jumlah siswa asal Belitung Timur yang berhasil lolos seleksi masuk sekolah unggulan tersebut. Menurutnya, kondisi ini harus menjadi perhatian bersama, khususnya bagi jajaran pendidikan di daerah.

Kamarudin mengatakan Belitung Timur memperoleh alokasi kuota sebanyak 32 siswa. Namun pada seleksi tahun ini, jumlah siswa asal Belitung Timur yang dinyatakan lolos baru mencapai 10 orang.

"Kita mendapat kuota 32 siswa, tetapi tahun ini baru 10 yang diterima. Saya minta ini menjadi perhatian agar ke depan target tersebut bisa tercapai," ujarnya.

Menurut Kamarudin, peningkatan jumlah siswa yang diterima di SMA Unggul Garuda harus menjadi salah satu indikator keberhasilan pembinaan pendidikan di daerah. Karena itu, ia meminta Dinas Pendidikan, sekolah, dan para guru untuk memperkuat pembinaan akademik maupun nonakademik sejak jenjang pendidikan dasar dan menengah pertama.

"Saya harap keberadaan SMA Unggul Garuda di Belitung Timur dapat menjadi motivasi bagi anak-anak untuk meningkatkan prestasi, agar makin banyak putra-putri daerah yang mampu menembus sekolah unggulan Garuda pada tahun-tahun mendatang," ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....