MAN IC Lepas 85 Lulusan Angkatan IX

  • 12 Mei 2026 22:07 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Bangka Tengah - Sejumlah 85 siswa MAN Insan Cendekia (MAN IC) Bangka Tengah Angkatan IX, dinyatakan lulus. Prosesi pengukuhan lulusan Angkatan MAN IC tersebut dilaksanakan di Gedung Pusat Pembelajaran Terpadu MAN IC, Simpang Katis, Kabupaten Bangka Tengah.

Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman saat menghadiri kegiatan pengukuhan itu dalam sambutannya mengenang perjuangan awal berdirinya MAN Insan Cendekia di Bangka Tengah sekitar kurang lebih 15 tahun yang lalu saat dirinya masih menjabat sebagai Ketua DPRD Bangka Tengah.

“Sekitar tahun 2015 saya masih ingat hadir di sini sebagai Ketua DPRD Kabupaten Bangka Tengah. Begitu antusiasnya kami bersama Pak Bupati Erzaldi saat itu, semuanya ngin bersama-sama membantu MAN IC ini supaya berdiri di Kabupaten Bangka Tengah," kata Algafry, dalam keterangan yang diterima RRI, Selasa, 12 Mei 2026.

Algafry menyampaikan rasa bangga karena saat ini MAN IC Bangka Tengah telah melahirkan lulusan angkatan ke-9 yang dinilai mampu menjadi generasi unggul dan berakhlak baik. Ia menekankan bahwa menghafal Al-Qur’an merupakan sesuatu yang sangat istimewa karena orang-orang yang berinteraksi dengan Al-Qur’an mendapatkan kemuliaan di sisi Allah Swt.

“Orang yang menghafal Al-Qur’an, atas izin Allah Swt., memiliki keistimewaan tertentu. Karena itu, anak-anakku semuanya harus menjaga hafalan dan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Jangan sampai kita menghafal Al-Qur’an hanya ingin dipanggil hafidz. Segala amal ibadah harus dilakukan dengan keikhlasan,” pesannya.

Dia juga menyampaikan apresiasi kepada para orang tua yang telah mempercayakan pendidikan anak-anaknya di madrasah berbasis keislaman. Menurutnya, pendidikan agama yang kuat menjadi bekal penting menghadapi tantangan zaman.

Sementara itu, Ketua Angkatan IX Vantera Generation, Afrand Izzudin, dalam pidatonya mewakili para siswa menyampaikan rasa bangga sekaligus haru karena harus meninggalkan madrasah yang selama ini menjadi rumah kedua mereka.

“Hari ini terasa agak sedikit berbeda. Ada rasa bangga bisa sampai ke titik ini, ada juga rasa sedikit haru karena pada hari ini kami harus meninggalkan rumah kedua kami yang sudah kami tempati selama tiga tahun ini,” ungkap Afrand.

Ia mengatakan, para siswa datang ke MAN IC Bangka Tengah sebagai anak-anak biasa yang membawa mimpi dan harapan dari kampung halaman masing-masing. Namun, menurutnya, madrasah telah membentuk mereka menjadi pribadi yang lebih kuat dan disiplin.

“Madrasah ini mengubah kami. Kami diajarkan arti perjuangan, disiplin, dan bangkit dari keterpurukan,” ujarnya. (Rilis)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....