Desa Dendang jadi Pusat Pembelajaran Nasional Transformasi Paca Tambang

  • 13 Apr 2026 19:21 WIB
  •  Sungailiat
Poin Utama
  • Transformasi pasca tambang

RRI.CO.ID, Pangkalpinang- Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pemprov Babel) tengah mematangkan langkah strategis untuk menjadikan Desa Dendang, Kabupaten Belitung Timur, sebagai pusat pembelajaran (learning center) nasional bagi transformasi lahan pascatambang.

Inisiatif yang lahir darikolaborasi bersama Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS) dan Federal Institute for Geosciences and Natural Resources (BGR) Jerman ini difokuskan padapenciptaan model bisnis pedesaan yang berkelanjutan.

Kepala Bappelitbangda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung,Joko Triadhi mengatakan, Program kolaborasi internasional ini tidak dimulai dari titik nol. Inovasi lokal berupa pengembangan padi apung di kolongpascatambang yang telah dirintis di Desa Dendang menjadi landasan penting bagi peta jalan program tersebut.

Keberhasilan swadaya itu membuktikan bahwa lubang bekas tambang ataukolong memiliki potensi ekonomi produktif jika dikelola dengansentuhan inovasi dan teknologi yang tepat.

Saat ini, rencana proyek tersebut memasuki tahap finalisasidokumen kerja sama. Secara paralel, tim gabungan dari Bappenas, Bappelitbangda Babel, dan BGR Jerman tengah melakukan kajian dasar(baseline assessment) guna memetakan kondisi biofisik, sosial, dan ekonomi, serta potensi pengembangannya sebelum proyekdiimplementasikan sepenuhnya di level tapak.

Joko menegaskan posisi pemerintahprovinsi sebagai Penanggung Jawab Area merupakanpengejawantahan mandat Gubernur untuk mendukung program strategis nasional. Bappeda berperan krusial dalammenjembatani kepentingan berbagai pemangku kebijakan agar selaras dengan aspirasi masyarakat lokal.

"Kami menjalankan mandat Gubernur untuk mengawal kegiatanini secara penuh. Fokus kami adalah menjadi jembatan bagiseluruh pemangku kepentingan, mengingat langkah ini beririsanlangsung dengan program prioritas Gubernur terkait reklamasitambang berkelanjutan," ujar Joko, Senin 13 April 2026

Meski lokasi proyek berada di Belitung Timur, Joko menggarisbawahi inisiatif ini dirancang dalam skalaregional. Sejalan dengan hal tersebut, Pemerintah Provinsi terusmenjalin komunikasi intensif dengan Pemerintah Kabupaten Belitung Timur serta para pemangku kepentingan setempat gunamemastikan sinkronisasi program dan dukungan penuh di lapangan.

“Desa Dendang diproyeksikan sebagai model yang nantinya menjadi pusat rujukan bagi daerah lainnya di Kepulauan Bangka Belitung,” ucapnya.

Secara teknis, program ini menitikberatkan pada model yang aplikatif agar dapat direplikasi secara luas oleh masyarakatmaupun pelaku industri. Skema ini disusun untuk mendukungimplementasi ekonomi sirkular, sekaligus menyokong program unggulan daerah dalam reklamasi pascatambang danpengembangan 20 Desa Wisata.

Joko menekankan pemulihan lahan pascatambangbukanlah proses instan, melainkan kerja jangka panjang untukmengawal transisi dari ketergantungan tambang ke ekonomiyang berkelanjutan. Fokus utamanya adalah memastikan setiaptahapan pembangunan selaras dengan potensi wilayah sertaaspirasi masyarakat setempat.

"Strategi yang kami usung bukan sekadar aktivitas menanamsecara fisik. Kami berupaya memastikan lahan pascatambangkembali menjadi ekosistem produktif yang tidak hanya lestarisecara ekologis, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomibagi masyarakat," katanya.

Terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Riskiyansah, menyebut penghijauan lahan kritisi di Babel terus berlanjut. Pemprov mengapresiasi pelaksanaan kegiatan penghijauan yang digelar oleh aparat penegak hukum (APH) khusunya Polri di sejumlah wilayah di Babel.

“Kegiatan itu dinilai sebagai langkah nyata dalam upaya pemulihan lahan kritis di Bangka Belitung,” ucap Reski.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....