Inflasi Beltim 2,25 Persen, Kenaikan Harga Emas Jadi Pemicu Utama
- 02 Apr 2026 12:29 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Belitung Timur - Pemerintah Kabupaten Belitung Timur (Beltim) mencatat Inflasi tahunan (year on year/y-on-y) sebesar 2,25 persen pada Maret 2026. Kenaikan harga emas menjadi penyumbang utama inflasi di daerah tersebut, di tengah meningkatnya tekanan harga selama Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah.
Statistisi Ahli Madya BPS Beltim, Fetia Nursih Widiastuti menyebutkan inflasi tahunan sebesar 2,25 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 107,56. Ia menegaskan, komoditas emas perhiasan memberikan kontribusi terbesar terhadap inflasi.
“Emas perhiasan memberikan andil sebesar 0,98 persen dari total inflasi. Hampir satu persen, ini cukup dominan,” kata Fetia kepada RRI, Kamis 2 April 2026.
Fetia menjelaskan, kenaikan harga emas dipengaruhi oleh kondisi global dan geopolitik sehingga tidak dapat diintervensi secara langsung oleh pemerintah daerah. Emas sendiri masuk dalam kategori inflasi inti yang sangat bergantung pada dinamika pasar dunia.
Selain emas, kelompok makanan, minuman, dan tembakau turut menyumbang inflasi sebesar 1,47 persen, seiring meningkatnya permintaan masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri. Secara bulanan, inflasi tercatat sebesar 0,31 persen dan inflasi tahun kalender sebesar 0,33 persen.
Warga Manggar, Susi (34), mengaku pengeluaran rumah tangganya meningkat selama Ramadan hingga Lebaran. Hal itu menurutnya dikarenakan harga makanan dan minuman yang mahal menjelang lebaran.
"Kenaikan harga tidak hanya terjadi pada bahan pokok, tetapi juga komoditas lain seperti ikan dan cumi yang beberapa hari mengalami kenaikan. Ya semoga setelah lebaran ini harga bisa lebih stabil," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....