Stok BBM di Belitung Timur Dipastikan Aman, Masyarakat Diimbau Tidak Panic Buying
- 17 Mar 2026 13:40 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Belitung Timur - Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belitung Timur (Beltim) memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah tersebut dalam kondisi aman hingga menjelang Idulfitri 1447 Hijriah atau lebaran 2026.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belitung Timur, Harli Agusta, mengatakan pasokan BBM hingga saat ini masih berjalan normal, termasuk distribusi ke seluruh SPBU di daerah tersebut.
Menurut Harli, pemerintah pusat melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI telah memastikan bahwa ketersediaan minyak secara nasional masih mencukupi hingga 20 hari ke depan. Selain itu, pasokan lanjutan juga dipastikan tetap berjalan, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap potensi kelangkaan.
“Untuk pasokan ke Belitung Timur sendiri, SPBU masih dalam kondisi normal. Masyarakat kami imbau agar tidak panik karena distribusi BBM tetap berjalan dan tersedia,” ujar Harli Agusta saat ditemui di ruang kerjanya pada Selasa, 17 Maret 2026.
| Baca juga: Kasus ODGJ Berat di Belitung Timur Meningkat |
Harli menambahkan, kebutuhan BBM menjelang lebaran diakui mengalami peningkatan seiring dengan tingginya mobilitas masyarakat, terutama untuk kegiatan silaturahmi. Terkait antrean di sejumlah SPBU dalam beberapa waktu terakhir, kondisi tersebut kemungkinan dipengaruhi aksi pembelian berlebih atau panic buying oleh masyarakat.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Selain itu, kami mengingatkan agar tidak ada oknum atau spekulan yang memanfaatkan situasi untuk meraup keuntungan dengan cara yang merugikan masyarakat," kata Harli.
Salah satu warga Manggar, Fakhri, mengaku sempat mengantre lebih lama dari biasanya saat mengisi BBM di salah satu SPBU. Menurutnya, peningkatan antrean terjadi karena banyak masyarakat yang mulai Panic Buying akibat isu kelangkaan BBM.
“Memang agak ramai, tadi saya antre cukup panjang. Tapi masih terlayani dengan baik, masih dapat lah ngisi untuk motor. Jadi menurut saya masih wajar, karena mungkin banyak yang ngisi untuk persiapan lebaran atau takut kehabisan BBM," ungkapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....