LSD pada Hewan Ternak di Kabupaten Belitung Timur Masih Aman

  • 22 Feb 2026 16:31 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Belitung Timur - Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Belitung Timur memastikan kondisi penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) pada ternak sapi di wilayah tersebut masih dalam kondisi aman. Hingga saat ini, belum ditemukan kasus LSD yang mengkhawatirkan pada ternak milik peternak di Belitung Timur.

Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Belitung Timur melalui Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, drh. Therissia Hati, menjelaskan bahwa secara klinis gejala LSD pada sapi hampir menyerupai penyakit mulut dan kuku (PMK). Gejala tersebut antara lain demam tinggi, muncul benjolan di kulit, kondisi tubuh lemah dan lesu, serta penurunan nafsu makan.

"Kami terus melakukan pemantauan kesehatan hewan ternak secara rutin di lapangan. Upaya ini dilakukan untuk memastikan kondisi sapi tetap terjaga serta mencegah potensi penyebaran penyakit," ujar Therissia pada Minggu, 23 Februari 2026.

Peternak diminta menjaga kebersihan kandang secara rutin sebagai langkah pencegahan utama terhadap penyebaran penyakit pada ternak. Selain menjaga kebersihan kandang, peternak diminta untuk lebih intensif memantau kondisi kesehatan ternaknya.

"Apabila ditemukan ternak yang menunjukkan gejala sakit, peternak diminta segera memisahkan ternak tersebut dari yang sehat dan melaporkannya kepada petugas kesehatan hewan setempat agar dapat ditangani lebih lanjut," ujarnya.

Sementara itu, salah satu peternak sapi di Kecamatan Manggar, Asmud, mengaku rutin membersihkan kandang dan memantau kondisi ternaknya. Ia menyebut langkah pencegahan menjadi hal penting agar ternak tetap sehat dan produktif.

“Kalau untuk kebersihan kandang kami emang sering membersihkan kandang dan juga ngecek terus kondisi hewan. Kalau ada yang kelihatan lemah atau tidak mau makan, langsung kami pisahkan dan koordinasi ke petugas,” ujarnya.

Asmud berharap pendampingan dari pemerintah terus dilakukan, terutama terkait edukasi kesehatan ternak dan penanganan penyakit. Menurutnya, informasi yang cepat dari petugas sangat membantu peternak dalam mengambil langkah penanganan awal apabila ternak menunjukkan gejala sakit.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....