Pengelolaan Sampah Berpengaruh terhadap Emisi Gas Rumah Kaca

  • 14 Feb 2026 11:36 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Bangka Tengah - Pengelolaan sampah berkontribusi terhadap emisi gas rumah kaca (GRK), terutama dari gas metan yang dihasilkan tempat pemrosesan akhir serta praktik pembakaran sampah terbuka.

Demikian disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Bangka Tengah, Ahmad Syarifullah Nizzam, pada Peringatan Hari Sampah Nasional 2026.

“Pengelolaan sampah yang lebih baik menjadi bagian dari kebijakan mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, termasuk melalui Program Kampung Iklim,” kata Sekretaris Daerah Kabupaten Bangka Tengah, Ahmad Syarifullah Nizzam Syarifullah, di Koba, Sabtu, 14 Februari 2026.

Menurutnya, persoalan sampah tidak hanya berkaitan dengan kebersihan lingkungan tetapi sudah menjadi isu perubahan iklim.

“Gas metan dari timbunan sampah di tempat pemrosesan akhir menjadi salah satu sumber emisi GRK," ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, kata dia, terus mendorong pengurangan sampah dari sumbernya melalui penerapan prinsip reduce, reuse, dan recycle (3R). Upaya ini dilakukan dengan meningkatkan peran bank sampah, pengelolaan sampah berbasis masyarakat, serta edukasi berkelanjutan kepada warga agar memilah sampah sejak dari rumah tangga.

Sementara salah seorang warga Koba, Sumarni, mengatakan jika keterlibatan masyarakat dapat menjadi kunci utama dalam mengatasi persoalan sampah.

“Tanpa kesadaran dan partisipasi aktif warga, berbagai kebijakan dan program yang dijalankan pemerintah tidak akan memberikan dampak maksimal terhadap lingkungan maupun penurunan emisi," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....