Menteri Wihaji Tinjau Keluarga Berisiko Stunting di Bangka Belitung
- 06 Agt 2026 11:16 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Pangkalpinang- Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, meninjau keluarga berisiko stunting (KRS) di kawasan Rusunawa Pangkalbalam, Kota Pangkalpinang, Bangka Belitung, Kamis 6 Agustus 2026. Kunjungan ini merupakan rangkaian peninjauan lapangan setelah sebelumnya menyambangi wilayah Kabupaten Bangka Tengah.
Peninjauan tersebut berfokus pada penanganan Keluarga Risiko Stunting (KRS) melalui program Genting (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting). Menteri Wihaji mengatakan, faktor kelayakan hunian, seperti sanitasi dan ketersediaan air bersih, memegang peranan krusial dalam memicu risiko stunting pada anak.
"Ukuran keberhasilan penanganan stunting terletak pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) atau hingga bayi berusia dua tahun. Jika nutrisi dan lingkungannya terjaga dengan baik pada periode tersebut, anak bisa terbebas dari stunting. Sebab, jika anak sudah terlanjur stunting, potensi kesembuhannya hanya sekitar 20 persen," ujar Wihaji.
Guna mengintervensi penyebab dari hulu, BKKBN/Kemendukbangga menggandeng berbagai pihak melalui pemanfaatan program orang tua asuh, salah satunya PT Timah Tbk serta sektor perbankan. Wihaji memastikan penyaluran bantuan diserahkan langsung kepada masyarakat tanpa melalui kementerian.
"Semua bantuan langsung ke penerima manfaat, tidak transit di kementerian. Seperti tadi, PT Timah hadir langsung sebagai orang tua asuh untuk membantu membenahi rumah warga yang masuk kategori risiko stunting," katanya.
Salah satu penerima manfaat yang dikunjungi adalah Soleha (Leha), warga lokal yang tinggal bersama empat orang anaknya. Dalam dialog bersama Menteri Wihaji, Soleha mengungkapkan kendala utama permukimannya yang kerap dilanda banjir saat air laut pasang, keterbatasan air bersih, hingga ancaman keselamatan bagi anak-anaknya.
"Tadi ditanya apa yang dibutuhkan, saya jawab perbaikan rumah karena sering banjir pasang. Bersyukur sekali ada kunjungan ini, apalagi kalau banjir kami khawatir keselamatan anak-anak karena sering ada buaya naik. Harapan saya rumah bisa ditinggikan dan ada bantuan air bersih yang layak," kata Soleha.
Melalui peninjauan ini, pemerintah berharap kolaborasi antara Kemendukbangga/BKKBN, BUMN, dan mitra swasta dapat menyelesaikan akar persoalan sanitasi dan kelayakan hunian secara nyata demi menekan prevalensi stunting di Kepulauan Bangka Belitung.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....