JCH Beltim Sudah di Vaksin Meningitis dan Polio

  • 21 Apr 2025 11:43 WIB
  •  Sungailiat

KBRN, Belitung Timur: Sebanyak 19 Jemaah Calon Haji (JCH) Belitung Timur telah disuntikkan vaksin Meningitis dan Polio pada Sabtu (19/4/2025) yang sesuai dengan edaran dari Kementerian Kesehatan RI. Hal ini sebagai upaya pencegahan virus yang bisa mengancam saat beribadah di Tanah Suci.

Kepala Kantor Kementerian Agama Belitung Timur, Suparhun mengatakan layanan vaksin bagi jamaah calon haji Belitung Timur diberikan secara gratis dengan pelaksanaan melalui puskesmas Manggar dan Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung Timur.

"Pemberian vaksin Polio dan Meningitis menjadi bagian dari upaya perlindungan kesehatan jamaah. Selain itu juga jamaah yang menerima vaksin adalah mereka yang telah dinyatakan istithaah dan telah melakukan pemeriksaan kesehatan sebelumnya," ujar Suparhun kepada rri.co.id, Senin (21/4/2025).

Kedua vaksin disuntikkan pada hari yang sama kepada seluruh JCH yang telah menjalani pemeriksaan kesehatan dan dinyatakan istithaah, atau memiliki kemampuan untuk melaksanakan ibadah haji. Namun, akan diberikan vaksin tambahan kepada CJH yaitu vaksin Influenza.

"Dua minggu kemudian setelah pemberian vaksin Meningitis dan Polio, akan dilakukan lagi vaksin influenza sekitar tanggal 3 Mei 2025," ujarnya.

Kepala Seksi Epidemiologi Dinas Kesehatan Belitung Timur, Herlina menjelaskan mulai tahun ini, vaksin polio menjadi salah satu syarat wajib, selain vaksin meningitis dan influenza yang rutin diberikan setiap tahun.

Menurut Herlina, kebijakan tersebut menyasar negara-negara yang pernah melaporkan kasus polio dalam kurun waktu satu tahun terakhir, termasuk Indonesia.

"Untuk tahun kemarin kan yang disarankan itu meningitis saja sama vaksin flu nah untuk tahun ini ada tambahan yaitu imunisasi polio jadi ada tiga jenis vaksin flu meningitis sama polio," ujarnya.

Penambahan vaksin ini dilakukan sebagai upaya pencegahan terhadap potensi penularan penyakit saat jamaah berada di wilayah endemis atau saat berinteraksi dengan jamaah dari negara lain yang memiliki risiko tinggi terhadap penyakit menular.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....