Angka Kemiskinan Menurun di Bangka Belitung
- 05 Feb 2026 15:47 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Pangkalpinang - Badan Pusat Statistik (BPS) Bangka Belitung mencatat adanya penurunan angka kemiskinan. Persentase penduduk miskin di Bangka Belitung pada September 2025 sebesar 4,77 persen. Angka ini turun 0,23 persen poin dibandingkan kondisi Maret 2025.
Demikian Berita Resmi Statistik (BRS) yang dirilis pada 5 Februari 2026 tersebut melalui kanal YouTube Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Dengan capaian tersebut, Bangka Belitung menempati posisi sebagai provinsi dengan tingkat kemiskinan terendah kelima di Indonesia setelah Kalimantan Selatan, Bali, DKI Jakarta, dan Kepulauan Riau.
Penurunan angka kemiskinan ini terjadi baik di wilayah perkotaan maupun perdesaan. Di wilayah perkotaan, persentase penduduk miskin tercatat sebesar 3,59 persen atau turun 0,30 persen poin. Sementara di wilayah perdesaan, persentase penduduk miskin berada di angka 6,50 persen, turun 0,09 persen poin dibandingkan periode sebelumnya.
Dari sisi jumlah, penduduk miskin di Bangka Belitung pada September 2025 tercatat sebanyak 74,65 ribu orang. Jumlah ini mengalami penurunan sekitar 3,06 ribu orang dibandingkan Maret 2025. Penurunan terbesar terjadi di wilayah perkotaan, disusul wilayah perdesaan.
Selain kemiskinan, kondisi ketimpangan pengeluaran penduduk juga menunjukkan perbaikan. Kini Ratio Bangka Belitung pada September 2025 tercatat sebesar 0,214, turun dibandingkan Maret 2025 yang sebesar 0,222. Angka ini menjadikan Bangka Belitung sebagai provinsi dengan tingkat ketimpangan terendah di Indonesia.
Kabar ini turut dirasakan langsung oleh masyarakat. Rina, warga Sungailiat, mengatakan kondisi ekonomi keluarga mereka perlahan mulai membaik dibandingkan tahun sebelumnya. Menurutnya, peluang kerja dan usaha kecil kini mulai terasa lebih hidup.
“Sekarang Alhamdulillah sudah lebih ringan. Suami saya lebih sering dapat pekerjaan, dan usaha kecil-kecilan di rumah juga mulai ada pembeli. Mudah-mudahan ke depan makin stabil,” ujarnya.
Meski demikian, BPS juga mencatat garis kemiskinan di Bangka Belitung masih tergolong tinggi, yakni sebesar Rp 992.426 per kapita per bulan. Angka ini menjadi yang tertinggi kedua secara nasional setelah Provinsi Papua Pegunungan.
Komoditas beras dan rokok kretek filter masih menjadi dua penyumbang terbesar terhadap garis kemiskinan di Bangka Belitung.
BPS berharap tren positif penurunan kemiskinan dan ketimpangan ini dapat terus dijaga melalui penguatan ekonomi masyarakat, penciptaan lapangan kerja, serta pengendalian harga kebutuhan pokok, sehingga kesejahteraan masyarakat Bangka Belitung dapat semakin meningkat ke depannya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....