Kendaikan Inflasi, BI Perkuat TPID se-Babel

  • 04 Feb 2026 20:26 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Pangkalpinang- Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (BI Babel) bersinergi dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Bangka Belitung untuk terus memperkuat kerangka kebijakan 4K dalam pengendalian inflasi yakni Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, KelancaranDistribusi dan Komunikasi Efektif. 

Kepala BI Babel, Rommy S Tamawiwy mengatakan, dalam rangka mendukung keterjangkauan harga bahan pokok, Bank Indonesia bersama seluruh Pemerintah Daerah telah melakukan rapat koordinasi untuk mengorkestrasi pelaksanaan Operasi Pasar Murah (OPM) sebanyak 57 kali dan Gerakan Pangan Murah (GPM) sebanyak 41 kali di sepanjang tahun 2026 yang akan difasilitasi oleh Bank Indonesia. 

Sejalan dengan hal tersebut, hingga saat ini telah diselenggarakan kegiatan GPM sebanyak 8 kali dan OPM sebanyak 1 kali.

“Dari sisi ketersediaan pasokan, TPID akan terus mendorong implementasi Kerja Sama Antar Daerah (KAD) baik melalui mekanisme Government to Government (G to G) maupun Business to Business (B to B) untuk memastikan ketersediaan pasokan khususnya yang berasal dari daerah sentra produksi pangan,” kata Rommy, dalam keterangan Rabu 4 Februari 2026.

Di sepanjang 2026, kata Rommy, direncanakan dilaksanakan sekitar empat KAD. Dari sisi kelancaran distribusi, TPID terus melakukan pemantauan terhadap kondisi stok barang guna memenuhi kebutuhan masyarakat. 

Di sisi lain dalam rangka menjaga kestabilan harga, TPID akan terus melakukan komunikasi yang efektif kepada masyarakat dalam rangka pengelolaan eskpekstasi. Sejalan dengan hal tersebut, akan diselenggarakan High Level Meeting (HLM) TPID Belitung dan TPID Belitung Timur pada minggu pertama bulan Februari sebagai tindak lanjut dari rilis inflasi oleh BPS.

Menurut Rommy, tantangan inflasi ke depan masih tetap ada, namun dengan Optimisme, Komitmen dan Sinergi (OKS) bersama Kepala Daerah dan instansi terkait diharapkan dapat terus menjaga inflasi pada rentang yang rendah dan stabil sesuai dengan sasaran target inflasi nasional.

Terpisah, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Babel melaporkan perkembangan ekonomi awal tahun yang menunjukkan tren kenaikan harga. Pada Januari 2026, Bangka Belitung mencatatkan inflasi tahun ke tahun (year-on-year) sebesar 3,95 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 107,44.

PLT Kepala Bagian Umum BPS Babel, Oktarizal menyampaikan bahwa selain inflasi tahunan, secara bulanan (month-to-month) Bangka Belitung juga mengalami inflasi sebesar 0,28 persen.

Menurut dia, terdapat perbedaan komoditas yang memicu inflasi jika dilihat dari skala waktu tahunan dan bulanan. Andil Inflasi Tahunan (y-on-y): Disumbang utamanya oleh kenaikan tarif listrik, harga emas perhiasan, serta komoditas laut yaitu cumi-cumi.

“Sedangkan Andil Inflasi Bulanan (m-to-m): Dipengaruhi secara dominan oleh sektor perikanan, khususnya ikan tenggiri, ikan selar, dan cumi-cumi,” kata Okto.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....