Januari 2026, Bangka Belitung Inflasi 0,28 Persen
- 03 Feb 2026 08:35 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Pangkalpinang - Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tercatat mengalami inflasi sebesar 0,28 persen pada Januari 2026. Angka ini terpantau melandai jika dibandingkan inflasi bulan Desember 2025 yang mencapai 0,55 persen.
Tim Humas dan Protokol BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Eka R. Pattinama mengatakan kenaikan harga pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau masih menjadi motor utama inflasi di awal tahun ini.
“Sebagaimana disampaikan Plt. Kabag Umum dalam rilis tadi, inflasi Januari ini didorong oleh kenaikan harga komoditas laut seperti ikan tenggiri yang naik 22 persen, ikan selar, serta cumi-cumi,” ujar Eka saat dihubungi melalui sambungan telepon.
Dikatakan, secara tahunan, inflasi Bangka Belitung menyentuh angka 3,95 persen. Kenaikan tarif listrik dan emas perhiasan menjadi faktor pendukung utama inflasi tahunan tersebut, dengan Kabupaten Bangka Barat mencatatkan angka tertinggi sebesar 5,36 persen.

Semisal di Belitung Timur, kenaikan harga emas itu dirasakan masyarakat. Salah seorang warga, Yunita (29) mengaku harga emas perhiasan saat ini jauh lebih mahal dibandingkan tahun lalu.
“Kalau sekarang mau beli emas mikir dua kali, harganya naik terus. Biasanya buat tabungan atau persiapan lebaran, tapi sekarang jadi ditunda,” kata dia, dalam pemberitaan rri.co.id yang ditulis reporter Septriyaningsih, Selasa, 3 Februari 2026.
Di sisi lain, BPS Babel juga melaporkan adanya perbaikan dari sektor perdagangan luar negeri. Neraca perdagangan Bangka Belitung kembali mencatat surplus sebesar 207,83 juta dollar AS. Komoditas timah masih menjadi primadona ekspor dengan kontribusi mencapai 81,71 persen dari total ekspor ke negara tujuan utama seperti Singapura dan Tiongkok.
Selain itu, kesejahteraan petani juga menunjukkan tren positif dengan kenaikan Nilai Tukar Petani (NTP) sebesar 0,19 persen menjadi 152,57, yang didorong oleh penguatan pada sektor perikanan tangkap.
Dengan stabilitas kinerja ekspor dan prospek pemulihan produksi padi pada awal tahun 2026, ekonomi Bangka Belitung diprediksi akan terus bergerak stabil dalam beberapa bulan mendatang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....