Kapolda Babel Tindaklanjuti Arahan Presiden soal Tambang Ilegal
- 14 Agt 2026 12:47 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Pangkalpinang- Polda Kepulauan Bangka Belitung (Polda Babel) menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti instruksi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto terkait pemberantasan pertambangan ilegal dan penyelundupan timah di Babel.
Kapolda Babel, Irjen Pol. Viktor Sihombing, menyatakan jajarannya tidak akan ragu menindak siapa pun pelaku penyelewengan, termasuk jika terdapat oknum aparat yang nekat membekingi aktivitas ilegal tersebut.
Menanggapi sorotan tegas Kepala Negara terkait maraknya tambang ilegal, Kapolda menyebut arahan Presiden merupakan perintah langsung yang harus dilaksanakan di lapangan.
“Instruksi Presiden itu jadi perintah bagi kami. Jadi bagaimana kita merawat apa yang sudah ada sekarang, sekaligus juga warning untuk mempertahankan yang sudah baik," ujar Viktor, Jumat 14 Agustus 2026.
Ia menambahkan, upaya penegakan hukum terhadap tambang liar di Bangka Belitung sudah dan akan terus berjalan secara konsisten.
"Memang masih perlu dilakukan lagi upaya-upaya ya, termasuk penegakan hukum. Belakangan ini kan kita juga baru saja melakukan penegakan hukum. Nah, itu akan terus kita lakukan," katanya.
Selain penegakan hukum, Kapolda menekankan pentingnya tata kelola pertambangan yang legal agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Polda Babel juga akan mengawal rencana pemerintah daerah terkait Izin Pertambangan Rakyat (IPR).
"Tapi yang paling penting sebenarnya, tambang ini harus juga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Sehingga rencana IPR yang akan dijalankan oleh pemerintah daerah, nanti kami akan perintahkan para Kapolres untuk mengawal itu. Supaya nanti masyarakat bisa merasakan manfaatnya," jelas Irjen Pol Viktor.
Mengenai penindakan terhadap oknum penegak hukum yang diduga membekingi pertambangan liar maupun jalur penyelundupan, Kapolda Babel menegaskan sikap tegas tanpa toleransi.
"Ya, semuanya! Semuanya, siapa aja gitu. Dan kita tidak pernah membiarkan, terus kemudian memilih-milih. Siapa pun yang menjadi pelaku akan kita tindak," katanya.
Diberitakan sebelumnya, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menginstruksikan pembersihan total terhadap praktik tambang ilegal, penindakan tegas oknum aparat penegak hukum, hingga pemberantasan penyelundupan timah di Bangka Belitung.
Hal itu disampaikan Presiden dalam Pidato Kenegaraan memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat 14 Agustus 2026.
Di hadapan para anggota MPR, DPR, DPD, serta pimpinan lembaga tinggi negara, Presiden menyoroti maraknya keberadaan sekitar 1.000 tambang ilegal di berbagai daerah. Kepala Negara mempertanyakan fungsi pengawasan dan meminta Panglima TNI serta Kapolri untuk menindak tegas oknum yang terlibat maupun membiarkan praktik haram tersebut.
"Usut! Masa 1.000 tambang, pejabat TNI dan pejabat Polri tidak tahu? Untuk apa negara kasih pangkat, kasih jabatan kalau mereka-mereka tidak bisa menertibkan ini?,” kata Presiden Prabowo.
Presiden menekankan pentingnya kepemimpinan yang berani dalam menegakkan disiplin internal.
"Pemimpin yang baik, komandan yang baik adalah yang berani menertibkan anak buahnya sendiri. Kadang-kadang kita sedih, anak buah yang kita sayang, yang baru saja kita beri bintang, naikin pangkat, harus kita tindak. Tapi demi rakyat, demi negara, demi bangsa, harus kita lakukan," ujarnya
Selain sektor pertambangan, Presiden Prabowo juga mengarahkan perhatiannya pada sektor penerimaan negara dan perbatasan. Secara khusus, Beliau meminta Menteri Keuangan menertibkan jajaran Direktorat Jenderal Bea dan Cukai serta memperketat pengawasan di wilayah rawan.
"Menteri Keuangan, usut Bea Cukai juga! Tugasmu menjaga itu penyelundupan, kenapa masih banyak penyelundupan di situ?" ujar Presiden.
Presiden menambahkan masyarakat Indonesia saat ini semakin kritis dan berdaya seiring dengan meluasnya akses informasi.
"Rakyat kita sekarang tidak mau terima ketidakadilan. Tidak mau melihat lagi penyelewengan. Mereka bukan bodoh, mereka pintar. Bahkan masyarakat di lapisan terbawah sudah punya gadget semua," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....