Menulis Sarana Kreativitas dan Sembuhkan Luka Emosional
- 25 Jun 2026 13:10 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Sungailiat - Aktivitas menulis tidak hanya menjadi sarana untuk menuangkan ide dan kreativitas. Menulis juga berperan sebagai media penyembuhan dari berbagai pengalaman emosional.
Jemi Batin Tikal seorang penulis mengatakan menulis memberikan ruang bagi seseorang untuk mengenali, memahami, dan mengelola perasaan yang selama ini mungkin sulit diungkapkan secara langsung. Melalui tulisan, seseorang dapat merefleksikan pengalaman hidupnya sekaligus menemukan makna di balik berbagai peristiwa yang pernah dialami.
"Menulis bisa menjadi cara untuk berdialog dengan diri sendiri. Saat seseorang menuliskan apa yang dirasakan, ia sedang berusaha memahami emosinya dan menata pikirannya secara lebih terstruktur," ujar Jemi saat menjadi narasumber dalam acara jaga malam di Pro2 RRI Sungailiat.
Menurutnya, banyak karya sastra maupun tulisan nonfiksi lahir dari pengalaman personal penulis. Berbagai perasaan seperti kehilangan, kesedihan, kekecewaan, hingga kecemasan sering kali menjadi bahan refleksi yang kemudian diolah menjadi karya yang memiliki nilai dan manfaat bagi pembaca.
Jemi menjelaskan bahwa proses menulis memungkinkan seseorang untuk melihat kembali pengalaman yang dialaminya dari sudut pandang yang berbeda. Dengan demikian, luka emosional yang semula terasa berat dapat perlahan diterima dan diubah menjadi pembelajaran hidup.
"Ketika pengalaman tersebut dituangkan ke dalam tulisan, seseorang tidak hanya menyimpan rasa sakit itu sendiri. Ia sedang mengolahnya menjadi sesuatu yang lebih bermakna, bahkan bisa menjadi karya yang menginspirasi orang lain," katanya.
Selain membantu mengelola emosi, menulis juga dapat meningkatkan kemampuan literasi. Kebiasaan menulis mendorong seseorang untuk lebih banyak membaca, memperkaya kosakata, serta melatih kemampuan berpikir kritis dan reflektif.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....