Api Unggun: Simbol Kehangatan dalam Kebersamaan di Gerakan Pramuka

  • 24 Mei 2026 13:08 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Sungailiat — Gerakan Pramuka melatih jiwa korsa bagi generasi muda melalui kegiatan di alam terbuka yang menumbuhkan kebersamaan. Mereka memecahkan masalah secara gotong royong demi solusi terbaik.

Dari berbagai substansi kegiatan, seperti momen api unggun, anggota Pramuka merasakan adanya kebersamaan dan empati. Momen ini biasanya menandai akhir dari rangkaian kegiatan di alam terbuka.

Kondisi psikologis itu dirasakan anggota Pramuka, salah satunya Fifian. Momen api unggun menjadi puncak kegiatan yang ditunggu.

"Malam harinya itu yang bikin asyik banget, apalagi saat acara pentas seni," ujar Fifian dalam program "Aksi Anak Negeri" Pro2 RRI Sungailiat, Rabu, 20 Mei 2026.

Mahasiswa Universitas Bangka Belitung (UBB) itu mengakui pesta api unggun menjadi tradisi malam keakraban. Keakraban seluruh peserta berpusat pada nyala api unggun.

Menurut Riesti, yang juga sejawat Fifian, momen kebersamaan dan keakraban saat api unggun sangat sejalan dengan semangat kebangkitan tunas bangsa. Kehangatan tradisi nyala kayu bakar sukses menyatukan perbedaan dan membangun kekeluargaan antarpemuda.

"Kegiatan pramuka itu memang rasanya sangat kurang lengkap jika tanpa kehadiran api unggun," kata Riesti.

Semangat luhur kepanduan ini akan kembali diwujudkan dalam ajang Modern Scout Competition (MSC) ke-VIII yang akan dilaksanakan pada 19-21 Juni 2026. Perkemahan tingkat provinsi tersebut siap menjadi wadah aksi positif para tunas muda.

"Selain lomba, nanti bakal ada jumpa tokoh dan tentunya tradisi api unggun," kata Merrita, sejawat Riesti.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....