Membangun Spiritualisme dalam Keseimbangan Istirahat di Malam Hari

  • 23 Mei 2026 17:40 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Sungailiat – Seseorang akan merasakan rutinitas malam berupa ibadah spiritual lebih bermakna dari sekadar kegiatan estetik di rumah setiap malam. Kegiatan itu bisa menjadi waktu perenungan diri dan rasa syukur kepada Sang Mahapencipta.

Kebiasaan itu tak semua orang bisa melakukannya, karena berkaitan dengan gaya hidup setiap individu berbeda-beda. Berapa persen waktu malam dimanfaatkan untuk istirahat dan untuk perenungan diri, semua bergantung pada tingkat kesadaran masing-masing individu.

Lantas, kapan orang memanfaatkan waktu malam untuk tidur atau istirahat, dan kapan untuk beraktivitas merenung atau bermuhasabah melalui pendekatan spiritualitasnya? Semua kembali pada kemauan individu dalam mengatur waktu malam secara proporsional.

Sementara itu sebagian orang mempertanyakan berapa lama waktu tidur malam bisa dikatakan berkualitas, dan berapa jam waktu tidur malam untuk mengembalikan stamina tubuh setelah beraktivitas seharian.

Sudut pandang di atas mengundang pendapat dari pendengar Pro2 RRI Sungailiat, Lara. Dia membiasakan mengatur waktu malam secara proporsional sesuai versinya. Itu dia lakukan agar setelah bangun tidur, badan tetap sehat bugar.

"Rutinitas malam terbaik adalah tentang masih sempat bersyukur masih kuat sampai hari ini. Ketenangan paling tulus justru datang dari sujud panjang di tengah malam yang sunyi," kata Lara pada program Cerita Penutup Hari RRI Pro 2 Sungailiat, Selasa, 19 Mei 2026.

Lara menyarankan untuk pelan-pelan mengurangi hiruk pikuk urusan duniawi sebelum terlelap. Berbicara kepada Tuhan dinilai mampu menenangkan hati yang sedang terasa berat.

Dia meyakini istirahat berkualitas rupanya merupakan perpaduan kesiapan fisik dan juga kedamaian batin. Kedamaian spiritual terbukti menyempurnakan proses pemulihan diri sebelum menyambut aktivitas esok.

Pendengar Pro 2 RRI yang lain, Juan, mengatakan upaya mengefektifkan rutinitas malam supaya tidur berkualitas perlu pembagian waktu yang proporsional. Menurutnya, itu penting agar stamina tubuh tetap terjaga kesehatannya.

"Tidurnya penuh, bangunnya sehat, bisa kerja. Kondisikan saja mana yang terpenting," saran Juan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....