Gerakan Tanam Pohon Tindakan Ekologis dan Amal Jariah
- 27 Des 2025 20:35 WIB
- Sungailiat
KBRN, Sungailiat: Gerakan menanam pohon merupakan tindakan ekologis dan ibadah. Perawatan dan pemeliharaannya bermanfaat untuk keseimbangan ekosistem dan lingkungan.
Menurut Ustaz Satera Sudaryoso, petbuatan menanam pohon di halaman rumah, kebun, atau lingkungan sekitar merupakan bentuk nyata pengamalan nilai 'agama hijau' dalam kehidupan sehari-hari. Agama hijau merupakan istilah untuk menggambarkan gerakan spiritual atau agama yang mengintegrasikan spiritualitas dengan tindakan ekologis.
Satera Sudaryoso menjelaskan dalam sudut pandang agama, orang yang menanam pohon dan merawatnya bisa dianggap berbuat amal jariah (ibadah) apalagi dilakukan dengan niat baik dan kesadaran spiritual. Amal jariah, pahalanya mengalir karena manfaatnya untuk lingkungan dan makhluk hidup.
“Setiap daun yang memberi oksigen, setiap buah yang dimakan, bahkan setiap tempat teduh yang dimanfaatkan orang lain, itu bernilai pahala,” kata Ustaz Satera dalam ceramah Mutiara Pagi RRI Pro 1 Sungailiat.
Menurut dia, kebiasaan menanam pohon mengajarkan kesabaran, keikhlasan, dan tanggung jawab, nilai-nilai yang selaras dengan ajaran agama. Pohon yang ditanam hari ini. Hasil tanamannya mungkin tidak langsung dinikmati penanamnya, namun akan menjadi warisan kebaikan bagi generasi berikutnya.
Pendengar RRI Dian mengatakan ajakan ustaz itu sesungguhnya mudah diterapkan karena tidak memerlukan biaya besar. Ia pun melakukan itu dengan menanam tanaman keras dan buah-buahan di sekitar rumahnya.
“Awalnya cuma tanam satu dua pohon. Lama-lama terasa manfaatnya, lingkungan jadi lebih sejuk dan kita merasa ikut menjaga alam,” kata Dian, warga Pangkalpinang.
Ustaz Satera mengapresiasi Dian yang sudah mengimplementasikan gerakan 'agama hijau' di lingkungannya. Harapannya menjadi nilai ibadah dan gerakan menanam pohon dapat menjadi budaya bersama, dimulai dari keluarga, lingkungan RT, hingga rumah ibadah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....